KPU Timor Tengah Utara butuh Rp29 miliar untuk biayai Pilkada 2020

id pilkada ttu

KPU Timor Tengah Utara butuh Rp29 miliar untuk biayai Pilkada 2020

Ketua KPU Timor Tengah Utara Paulinus Veka. (ANTARA FOTO/Bernadus Tokan)

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), membutuhkan anggaran sekitar Rp29 miliar untuk membiayai pelaksanaan pemilihan bupati-wakil bupati daerah itu pada 2020 mendatang.
Kupang (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), membutuhkan anggaran sekitar Rp29 miliar untuk membiayai pelaksanaan pemilihan bupati-wakil bupati daerah itu pada 2020 mendatang.

"Untuk membiayai pilkada 2020 di TTU, kami membutuhkan anggaran sekitar Rp29 miliar, tetapi ini masih dalam tahapan perencanaan," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten TTU, Paulinus Veka kepada ANTARA, Jumat (21/6).

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan persiapan pelaksanaan pilkada serentak 2020 di daerah itu, serta besaran anggaran yang dibutuhkan.

Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) merupakan salah satu dari sembilan kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang akan menggelar pilkada serentak tahap dua pada 2020 mendatang.

Di NTT ada sembilan kabupaten yang akan menggelar pilkada pada 2020 yakni Timor Tengah Utara (TTU), Belu, Malaka, Sumba Timur, Sumba Barat, Manggarai Barat dan Manggarai serta Sabu Raijua dan Kabupaten Ngada.

Baca juga: Golkar NTT sudah lakukan manuver politik hadapi Pilkada 2020

Menurut dia, tahapan pelaksanaan pilkada di daerah itu belum ditetapkan karena masih menunggu peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) RI.

Namun, anggaran untuk membiayai pelaksanaan pilkada sedang dalam perencanaan, tetapi belum diajukan kepada pemerintah dan DPRD untuk dibahas secara bersama-sama.

"Rencana anggaran sudah disiapkan, karena kami juga ingin agar dalam APBD perubahan 2019 dan murni 2020 sudah bisa dialokasikan," katanya.

Baca juga: Tahun depan, 9 kabupaten di NTT gelar pilkada serentak
Baca juga: Demokrat NTT sudah jajaki mitra koalisi hadapi Pilkada 2020
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar