Menkominfo berharap ANTARA terintegrasi dengan seluruh "newsroom" kementerian

id LKBN ANTARA

Menkominfo berharap ANTARA terintegrasi dengan seluruh "newsroom" kementerian

Menkominfo Rudiantara disela acara peresmian BRANDA LKBN ANTARA, di Wisma ANTARA, Jakarta, Selasa. BRANDA merupakan laman khusus pelanggan ANTARA, yang didalamnya menyuguhkan paket lengkap pemberitaan mulai dari teks, foto hingga video. (ANTARA FOTO/Rangga Pandu Asmara Jingga)

Menkominfo Rudiantara mengutarakan gagasannya agar LKBN ANTARA suatu saat dapat berperan dalam mengintegrasikan seluruh ruang pemberitaan (newsroom) milik kementerian dan lembaga.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengutarakan gagasannya agar Lembaga Kantor Berita Nasional ANTARA suatu saat dapat berperan dalam mengintegrasikan seluruh ruang pemberitaan atau newsroom milik kementerian dan lembaga.

Hal itu disampaikan Rudiantara saat meresmikan layanan laman khusus pelanggan ANTARA bernama BRANDA (www.branda.antaranews.com) di Ruang Redaksi LKBN ANTARA, di Wisma ANTARA, Jakarta, Selasa (27/8).

"Saya mengapresiasi perubahan ruang redaksi ANTARA yang kini menjadi terbuka dan semakin memudahkan integrasi antara masing-masing desk. Di tataran pemerintahan, saya juga memiliki konsep bahwa newsroom kementerian/lembaga dapat terintegrasi," tutur Rudiantara.

Rudiantara mengatakan saat ini setiap kementerian dan lembaga memiliki ruang pemberitaannya masing-masing. Menurut dia, hal tersebut sangat tidak efisien, sebab isu yang dikembangkan di setiap ruang pemberitaan sama, hanya sektornya saja yang berbeda.

"Kenapa tidak kita buat konsep, tidak ada lagi newsroom di kementerian/lembaga. Newsroom itu hanya satu, di-manage atau integrated by ANTARA," gagas Rudiantara.

Baca juga: ANTARA relevan sebagai media referensi penangkal hoaks

Dia mengatakan ANTARA memiliki kemajuan yang sangat baik dalam beberapa tahun terakhir terutama dari sisi kualitas pemberitaan. Selain itu, biaya produksi berita ANTARA menurutnya, juga semakin efisien.

Dia berharap ke depan ANTARA tidak hanya berperan sebagai sebuah Kantor Berita Indonesia, namun juga menjadi lembaga yang dapat mengintegrasikan seluruh ruang pemberitaan kementerian dan lembaga.

"Saya berharap ke depan ANTARA bukan hanya sekadar kantor berita, tapi bisa mengintegrasikan newsroom yang ada di pemerintahan sehingga kita bisa menghilangkan duplikasi-duplikasi yang dilakukan kementerian/lembaga," jelasnya.

Lebih jauh Rudiantara menyampaikan, saat ini kolaborasi adalah hal yang tidak dapat ditolak jika tidak ingin tersingkir. Kolaborasi itu harus diterapkan dalam sektor ruang pemberitaan kementerian/lembaga.

"Saya sering bilang pilihannya sekarang kolaborasi atau kolaps. Kalau anda tidak mau kolaborasi anda akan kolaps," ucapnya, menegaskan.

Adapun selain melakukan peresmian BRANDA, Menkominfo juga meresmikan ruang redaksi baru ANTARA yang merupakan peremajaan dari ruangan lama, yang kini jauh lebih modern dan ditopang berbagai teknologi yang mumpuni.

Baca juga: Tidak ada media sekuat LKBN ANTARA
Baca juga: Sejumlah negara apresiasi terhadap model bisnis Kantor Berita Antara

Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar