Ada zona di kawasan konservasi untuk menangkap ikan

id Andi

Ada zona di kawasan konservasi untuk menangkap ikan

Antonius Andy Amuntoda. (ANTARA/Bernadus Tokan)

Selain dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pariwisata dan juga budi daya ikan,
Kupang (ANTARA) - Kepala Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT untuk wilayah Flores Timur, Lembata dan Sikka Antonius Andy Amuntoda mengatakan ada zona dalam kawasan konservasi yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan penangkapan ikan.

"Selain dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pariwisata dan juga budi daya ikan," kata Antonius Amuntoda kepada Antara di Kupang, Kamis.

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan usulan penetapan kawasan konservasi perairan daerah (KKPD) di perairan Laut Sikka, Flores Timur dan Lembata.

Pemerintah Provinsi NTT segera mengusulkan kawasan konservasi perairan daerah (KKPD) di tiga wilayah laut, yakni Flores Timur, Sikka dan Lembata.

Baca juga: NTT usul penetapan KKPD di tiga kabupaten
Baca juga: Pemerintah Dorong Percepatan Konservasi Perairan


Menurut dia, di dalam kawasan konservasi terdapat beberapa zona yang bisa dimanfaatkan oleh nelayan untuk melakukan aktivitas penangkapan ikan.

"Dalam kawasan konservasi ada beberapa zona. Ada zona inti yang merupakan zona cadangan sebagai tempat memijah ikan dan ekosistem terumbu karang yang baik," katanya.

Dalam zona ini, kata dia, tidak boleh dilakukan aktivitas penangkapan ikan dan aktivitas lainnya karena dapat merusak ekosistem laut.

Namun ada zona pemanfaatan yang dapat dimanfaatkan untuk pariwisata, penangkapan dan budi daya ikan, kata Antonius Amuntoda menjelaskan.

Karena itu, penetapan kawasan konservasi tidak boleh dilihat sebagai upaya pemerintah untuk membatasi ruang gerak nelayan dalam melakukan penangkapan ikan, tetapi semata-mata untuk menjaga dan melestarikan wilayah laut agar tetap dinikmati oleh anak cucu di masa datang, katanya.

"Jangan sampai kedepannya anak cucu kita hanya bisa melihat gambar ikan saja, tanpa bisa menikmati ikan itu sendiri, karena tempat tumbuh dan berkembangnya ikan sudah dirusak oleh mereka yang tidak bertanggung jawab," kata Andy Amuntoda.
Pewarta :
Editor: Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar