KBRI Dili dorong NTT operasikan kapal cepat Kupang-Dili

id NTT,KBRI Dili,Transportasi laut Kupang-Dili

KBRI Dili dorong NTT operasikan kapal cepat Kupang-Dili

Duta Besar RI Dili, Eddy Jimmy. (ANTARA/Aloysius Lewokeda)

....mohon ini juga bisa disampaikan ke Pak Gubernur (Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat),

Kupang (ANTARA) - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Dili mendorong agar Pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT) bisa mengoperasikan layanan transportasi laut berupa kapal cepat dari Kota Kupang menuju Dili, ibu kota negara Timor Leste.

“Kami coba dorong agar Pemerintah NTT kalau bisa menghadirkan kapal cepat dari Kupang-Oecusse-Dili,” kata Duta Besar RI Dili, Sahat Sitorus, saat menjadi salah satu narasumber dalam diskusi secara virtual yang digelar DPP ASITA dengan tema “New normal dan kesiapan Provinsi Nusa Tenggara Timur menyambut wisatawan”, Rabu (10/6).

Ia mengatakan, pengembangan transportasi laut ini untuk menarik kunjungan wisatawan mancanegara dari Timor Leste maupun dari negara lain yang masuk melalui Timor Leste untuk bekunjung ke NTT.

“Jadi nanti mungkin dua kali seminggu ada kapal cepat Kupang-Oecusse-Dili, mohon ini juga bisa disampaikan ke Pak Gubernur (Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, red),” katanya.

Ia mengatakan, layanan kapal cepat ini seperti halnya juga yang ada di Macau, Batam, dan beberapa tempat lainnya.

Sahat Sitorus mengatakan, selain itu pihaknya juga sudah beberapa kali mendorong agar layanan transportasi laut untuk jalur Dili-Kabupaten Alor juga segera dibuka.

“Kami juga sudah usulkan ke Menteri Hukum dan HAM supaya membuka Immigration Check Point di Alor juga menunjang layanan penyeberangan ini,” katanya.

Sahat Sitorus menambahkan, pihaknya juga memiliki tanggung jawab salah satunya adalah mendatangkan sebanyak mungkin wisatawan dari Timor Leste ke Bali maupun Nusa Tenggara Timur.

"Dan mengenai bagaimana kita mendatangkan mereka (wisatawan mancanegara) juga sangat tergantung pada apa yang kita jual di NTT," ujarnya.
Baca juga: Destinasi wisata di NTT mulai dibuka untuk wisatawan pada 15 Juni

Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar