Festival Buah Ajang Promosi Pangan Lokal

id Festival buah

Festival Buah Ajang Promosi Pangan Lokal

Jeruk Keprok SoE dalam ajang Festival Buah dan Bunga Nusantara Internasional 2016 di Jakarta dan Bogor, Kamis (17/11)

Kupang,  (Antara NTT) - Peneliti Pertanian Agribisnis Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Leta Rafael Levis mengatakan Festival Buah dan Bunga Nusantara Internasional 2016 (FBBNI-2016) merupakan ajang promosi pangan lokal.

"Selain sebagai ajang industri buah dan bunga, festival ini juga sebagai ajang memperkenalkan produk lokal seperti benih dan bibit, pupuk, pestisida dan hormon, buah dan bunga segar, buah dan bunga olahan, industri kesehatan berbahan baku buah dan bunga," katanya kepada Antara di kupang, Kamis, (17/11).

Dia menambahkan festival ini juga memperkenalkan industri pariwisata berbasis kebun buah dan bunga nusantara, peralatan pertanian, mesin pertanian, media pertanian, outlet buah dan bunga, dan Lembaga Keuangan/Pembiayaan.

Karena itu, katanya Pemerintah Nusa Tenggara Timur jangan sampai ketinggalan dalam kesempatan baik itu karena akan ada dampak ikutan dari festifal yang digelar pada 17-20 November di Jakarta dan Bogor itu.

"Ini momentuum berharga untuk mengkampanyekan pangan lokal diantaranya buah-buahan dan produk protein lainnya untuk mendukung ketahanan pangan daerah setempat," katanya.

Menurut dia, diversifikasi untuk kecukupan pangan dan nutrisi yang sebenarnya sudah diamanatkan dalam Perpres Nomor 22 Tahun 2009 tentang Kebijakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal menjadi tidak berjalan dengan kebijakan ketahanan pangan yang orientasi beras.

Padahal katanya dengan diversifikasi pangan masyarakat di daerah-daerah yang tidak memiliki beras, misalnya di NTT, tidak bisa dikatakan rawan pangan karena ternyata mereka punya karbohidrat dari jagung atau umbi lainya.

"Mereka bisa berdaulat pangan yang akhirnya tercapai ketahanan pangan sebenarnya jika pemerintah mendukung diversifikasi pangan di sana," katanya.

Dosen Undana itu menyebut Jeruk Keprok SoE di Kabupaten Timor Tengah Selatan merupakan salah satu jenis buah lokal yang mempunyai potensi besar untuk dikembangkan di NTT bahkan luar NTT sebagai pangan alternatif karena mempunyai daerah adaptasi yang luas.

"Dapat berproduksi pada lahan marjinal, serta relatif tahan terhadap gangguan hama/penyakit dan merupakan komoditas alternatif untuk pangan, energi, dan industri," katanya.

Ini yang perlu dikampanyekan dan dioptimalkan sebagai salah satu sentra produksi pangan wilayah setempat untuk dukung ketahanan pangan," katanya.

Indonesia tengah menyelenggarakan Festival Buah dan Bunga Nusantara (FBBN) bertaraf Internasional di Kota Bogor dan Jakarta pada 17-20 November 2016.

Ini sebagai perintah Presiden Joko Widodo secara langsung kepada Menteri Pertanian dan Institut Pertanian Bogor, agar Indonesia pada 2016 mampu mengadakan kampanye buah dan bunga Nusantara kepada masyarakat dunia, dengan memamerkan produk-produk unggulan yang berpotensi ekspor dan mendatangkan buyerinternasional dari berbagai negara.

Festival bunga inipun, oleh FBBN Internasional ini memiliki beberapa tujuan.

Pertama, meningkatkan jumlah dan kapasitas produsen dan eksportir, dalam memproduksi dan memasarkan buah dan bunga Nusantara berkualitas ekspor.

Kedua, membantu meningkatkan kesadaran akan standar kualitas ekspor dan kebutuhan pasar bagi para produsen dan eksportir buah dan bunga Nusantara.

Ketiga, untuk meningkatkan kualitas, jumlah, konsistensi dan kesinambungan dari produk buah dan bunga Nusantara yang berkualitas ekspor.

Keempat, untuk mempromosikan kekayaan dan keragaman buah dan bunga Nusantara, serta potensinya ke pasar global.
Pewarta :
Editor: Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2021