Wings Air buka dua rute baru di NTT

id NTT,Lion Group,Wings Air,Penerbangan NTT

Wings Air buka dua rute baru di NTT

Dua unit pesawat jenis ATR Wings Air milik maskapai Lion Grup diparkir di apron Bandara El Tari Kupang, NTT,Rabu (11/11/2020). Di tengah pandemi COVID-19 maskapai penerbangan Wings Air membuka dua rute baru di NTT yakni Kupang-Ruteng dan Kupang- Lembata setelah selama tiga bulan terakhir tak ada maskapai penerbangan yang masuk ke dua daerah itu.ANTARA FOTO/Kornelis Kaha

Maskapai kami Wings Air mulai beroperasi melayani Kupang-Ruteng pada 24 November 2020, sedangkan Kupang-Lewoleba 30 November 2020 mendatang,

Kupang (ANTARA) - Manajemen Lion Group segera menerbangi dua rute baru di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di antaranya Kupang-Ruteng Kabupaten Manggarai dan Kupang-Lewoleba Kabupaten Lembata dengan maskapai Wings Air.

“Maskapai kami Wings Air mulai beroperasi melayani Kupang-Ruteng pada 24 November 2020, sedangkan Kupang-Lewoleba 30 November 2020 mendatang,” kata General Manager Lion Air Group Kupang Rinus T Zebua, dalam keterangan yang diterima di Kupang, Jumat (13/11)

Ia mengatakan, saat ini pihaknya sudah mulai melakukan promosi serta penjualan tiket kepada calon penumpang setelah pihaknya mengantongi izin untuk menerbangi dua rute baru tersebut.

Rinus menjelaskan, untuk rute Kupang-Ruteng dikenakan harga senilai Rp724.800 per tiket dengan jadwal keberangkatan pada pukul 07.00 WITA.

Baca juga: Lion Group kembali layani penerbangan di NTT
Baca juga: Penutupan penerbangan tak ganggu akses masyarakat di NTT

 

Sebaliknya untuk rute Ruteng-Kupang berlangsung pada pukul 08.50 WITA seharga Rp704.800 per tiket.

Sementara itu, pada rute Kupang-Lewoleba akan diterbangi pada pukul 10.40 WITA dengan harga tiket Rp486.100 per tiket.

Penerbangan sebaliknya dari Lewoleba-Kupang akan berlangsung pada pukul 12.00 WITA dengan harga Rp466.100 per tiket.

Rinus mengatakan, penerbangan pada dua rute baru ini akan berlangsung setiap hari sehingga pihaknya berharap layanan ini dapat membantu pemerintah dan masyarakat dalam melakukan perjalanan.