Mantan polisi di Kupang ditangkap karena menjambret

id Polisi, NTT, Kota Kupang ,mencuri

Mantan polisi di Kupang ditangkap karena menjambret

Kabid Humas Polda NTT, Komisaris Besar Polisi Rishian Krisna B. ANTARA/Kornelis Kaha

Pelaku sebelumnya adalah mantan polisi, tetapi kemudian dipecat tidak dengar hormat karena tersandung kasus narkotika, serta dalam kasus disersi
Kupang (ANTARA) - Bekas anggota Polisi yang dulu tergabung di Polda NTT berinisial HSR (29) di tangkap anggota Buser Polres Kupang Kota terkait kasus penjambretan telepon genggam atau gawai di sejumlah tempat di Kupang yang selama ini meresahkan warga.

"Pelaku sebelumnya adalah mantan polisi, tetapi kemudian dipecat tidak dengar hormat karena tersandung kasus narkotika, serta dalam kasus disersi," kata Kabid Humas Polda NTT, Komisaris Besar Polisi Rishian Krisna B, kepada wartawan, di Kupang, Kamis, (10/6).

HRS sebelumnya adalah anggota Polairud Baharkam Kepolisian Indonesia dan berpangkat bhayangkara polisi satu ditangkap pada Selasa (8/7) lalu pada pukul 02.00 wita waktu setempat. Putusan persidangan berupa pemberhentian tidak dengan hormat sudah dikeluarkan sejak 24 Maret 2021 lalu.

"Sebelumnya Anggota Buser terlebih dahulu mengamankan seorang warga yang diduga sebagai penadah barang hasil jambret pelaku. Dari penangkapan itu, Tim gabungan melakukan pengembangan dan berhasil mengidentifikasi identitas pelaku serta keberadaannya di Kupang," jelasnya.

Selanjutnya tim gabungan memburu dan berhasil menangkap HSR di rumah A (27) yang merupakan pacarnya dan dia langsung di bawah ke Markas Polres Kupang Kota tanpa perlawana
n.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengakui telah mencuri gawai orang di Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, tepatnya di belakang gedung keuangan negara Kupang.

Baca juga: Tersangka pelaku pencurian aki lampu jalan ditangkap polisi
Baca juga: Polisi tangkap pelaku pencurian kabel listrik PLN di Kupang

"Selain sejumlah lokasi ini, masih ada beberapa lokasi yang menjadi sasaran pelaku. Pihak Polres Kupang Kota maupun Polres jajaran juga banyak menerima laporan kasus jambret yang diduga kuat melibatkan pelaku", katanya.

HSR juga mengakui pasca menjambret handphone milik korban, ia langsung menjual ke beberapa rekannya. Hasil penjualan digunakan untuk berpesta minuman keras dan foyah-foyah.
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar