Bantuan Rastra untuk 13.740 KPM di Kupang

id Bulog

Bantuan Rastra untuk 13.740 KPM di Kupang

Wali Kota Kupang Jefry Riwu Kore (memegang bendera) didamping Kabulog Divre NTT Efdal MS dan Kepala BI Perwakilan NTT Naek Tigor Sinaga meluncurkan Bansos Rastra 2018 kepada KPM di Kupang, Jumat.(Foto ANTARA/Kornelis Kaha)

Perum Bulog Divisi Regional Nusa Tenggara Timur meluncurkan 19.680 kilogram beras sejaterah (rastra) 2018 untuk disalurkan kepada 13.740 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kota Kupang.

Kupang (Antaranews NTT) - Perum Bulog Divisi Regional Nusa Tenggara Timur meluncurkan 19.680 kilogram beras sejaterah (rastra) 2018 untuk disalurkan kepada 13.740 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kota Kupang.

"Ini merupakan peluncuran perdana setelah pada tahun sebelumnya dikenal dengan sebutan raskin dan perintah dari pusat agar penyalurannya harus sampai habis pada Sabtu (20/1)," kata Kepala Bulog Divre NTT Efdal MS kepada wartawan di Kupang, Jumat.

Ia menjelaskan proses penyaluran berikutnya akan dilakukan pada Februari kepada keluarga penerima manfaat (KPM)  yang ada di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur ini.

Efdal menambahkan bahwa penyaluran bansos rastra ini juga bagian dari upaya pemerintah membantu masyarakat untuk menambah persediaan beras di rumah masing-masing menyusul isu mahalnya harga beras di pasaran.

Apalagi bansos yang diberikan ini per KPM akan menerima 10 kilogram per bulan mulai dari Januari hingga Juni 2018.

"Peluncuran ini juga akan menstabilkan harga beras di pasaran. Apalagi sebelumnya kami juga sudah lakukan operasi pasar beras medium dengan harga Rp9.850 per kilogram," ujarnya.

Efdal menambahkan bahwa bansos rastra adalah bantuan beras yang diterima secara cuma-cuma oleh penerima manfaat sebab jika dibandingkan dengan raskin 2017, pemerintah memberikan bantuan subsidi bagi penerima manfaat yang membutuhkan beras.

Wali Kota Kupang Jefry Riwu Kore yang hadir dalam peluncuran bansos rastra tersebut mengapresiasi peran Bulog yang berusaha menekan harga beras di Kupang dengan cara menggelar operasi pasar dan peluncuran bansos saat harga beras medium berada pada posisi Rp12.000 per kilogram.

"Kami mengapresiasi hal ini sebab tentu saja akan menurunkan kembali harga beras di pasaran seperti Harga Eceran Tertinggi (HET) yang dikeluarkan pemerintah yakni Rp9.950 per kilogram," ujarnya.

Pemerintah kota, lanjut Jefry, juga akan menyalurkan minyak goreng secara gratis kepada warga di Kota Kupang. "Kami segera menyalurkan ini agar masyarakat bisa menikmatinya," tambahnya.

Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar