Gendang Pilkada di NTT mulai ditabuhkan

id KPU

Ketua KPU Kabupaten Kupang Hans Ch Louk memberikan sambutan pada acara pleno penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kupang periode 2018-2023 di Oelamasi, Senin (12/2). (ANTARA Foto/Benny Jahang)

Perhelatan politik lima tahunan itu akan berlangsung di Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Alor, Rote Ndao, Sumba Tengah, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sikka, Ende, dan Manggarai Timur.
Kupang (AntaraNews NTT) - Sebanyak 10 dari 22 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur akan menyelenggarakan pemilu kepala daerah serentak di penghujung Juni 2018 untuk memilih bupati-wakil bupati masa bhakti 2018-2023, setelah KPU menetapkan menjadi peserta pilkada, Senin (12/2).

Perhelatan politik lima tahunan itu akan berlangsung di Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Alor, Rote Ndao, Sumba Tengah, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sikka, Ende, dan Manggarai Timur. 

Selain 10 kabupaten tersebut, rakyat Nusa Tenggara Timur juga akan memilih Gubernur-Wakil Gubernur NTT pascaberakhirnya masa pemerintahan kedua Gubernur Frans Lebu Raya dan wakilnya Benny Alexander Litelnoni. 

Ada empat pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT yang ditetapkan KPU NTT, Senin, yakni pasangan Esthon L Foenay-Christian Rotok, Benny K Harman-Benny A Litelnoni, Viktor Bungtilu Laiskodat-Yosep Nai Soi, serta pasangan Marianus Sae-Emilia Nomleni. 

Tampaknya pasangan calon Marianus Sae-Emilian Nomleni yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, hanya Emilia yang akan hadir dipangung kampanye, karena pasangannya sedang menjalani proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Marianus Sae dijaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Minggu (11/2), sehari menjelang penetapannya menjadi calon Gubernur NTT, karena terindikasi korupsi sebesar Rp4,1 miliar. 

Kasus Marianus Sae menjadi sangat fenomenal dalam Pilgub NTT 2018, karena partai pengusung telah menarik dukungan kepada Bupati Ngada itu, meski telah ditetapkan menjadi calon Gubernur NTT oleh KPU setempat. 

KPU Kabupaten Kupang juga telah menetapkan lima pasang calon sebagai peserta pilkada 2018, yakni pasangan Hendrik Paut-Aljeri Monas (Harmoni), Korinus Masneno-Jerry Manafe (Komitmen), Silvester Banfatin-Johanis Oetemoesoe (Terkini), serta pasangan Nelson Matara-Bernad Bait (Tirosa). 

"Dalam pilkada tahun ini di Kabupaten Kupang, ada satu pasangan calon dari jalur perseorangan, yakni Melianus Akulas-Joao Antonio de Jesus (Suka Melayani) juga ikut ambil bagian dalam ajang politik lima tahunan ini," kata Ketua KPU Kabupaten Kupang Hans Ch Louk. 

Ia berharap agar lima pasangan calon yang telah ditetapkan KPU sebagai peserta pilkada 2018, tidak ada yang tersandung masalah hukum sehingga pelaksanaan pilkada di daerah berlangsung aman dan tertib. 

Sementara KPU Kabupaten Alor menetapkan dua pasangan calon kepala daerah yang akan bertarung dalam ajang pilkada tersebut, yakni pasangan incumbent Amon Djobo-Imam Duru (Amin) dan pasangan Imanuel Blegur-Madjid Nampira (Intan). 

Juru bicara KPU Alor Okto Manehat mengatakan pasangan Amon Djobo-Imran Duru diusung tujuh partai politik, yakni Partai NasDem, PDI Perjuangan, Partai Demokrat, PAN, PKS, Partai Gerindra dan PPP. 

Sementara pasangan Imanuel Blegur-Madjid Nampira hanya mendapat dukungan politik dari tiga partai politik yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Golkar dan PKPI. 

Gugurkan 
Sementara KPU Sumba Tengah di Pulau Sumba menggugurkan pasangan calon kepala daerah atas nama Umbu M Marisi-Tagela Ibisola yang diusung Partai NasDem dan PKS. 

"Pasangan bersandikan 'Mata' ini digugurkan karena bakal calon wakil bupati Tagela Ibisola tidak memasukan surat keterangan tidak memiliki utang dari Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Surabaya," kata Ketua KPU Sumba Tengah Renggi Jerimani. 

Ia menjelaskan dari lima pasangan calon kepala daerah tersebut, akhirnya hanya empat pasangan calon yang berhak maju dalam pilkada sertentak tahun ini, yakni pasangan Paulus SK Linu-Daniel Landa, pasangan Umbu Besi-Windi, pasangan Umbu Dondu-Semuel Saki Pekulimu serta pasangan Umbu S Samapaty-Marthinus Umbu Djoka. 

Sementara untuk Kabupaten Manggarai Timur, KPU setempat telah menetapkan lima pasangan calon kepala daerah yang akan bertarung dalam ajang pilkada serentak 2018 pada Juni mendatang. 

Ketua KPU Manggarai Timur Ambrosius Arifin mengatakan kelima pasangan calon kepala daerah tersebut, masing-masing pasangan Andreas Agas-Jaghur Stefanus, pasangan Tarsisius Sjukur-Yoseph Biron Aur, pasangan Fransiskus Sarong-Kasmir Don, pasangan Marselis Karong Sarimin-Paskalis Serajudin serta pasangan Bonifasius Uha-Frans Anggal (jalur perseorangan). 

Sementara KPU Timor Tengah Selatan, Rote Ndao, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sikka, dan Ende di Pulau Flores belum berhasil dikonfirmasi terkait dengan calon kepala daerah yang akan bertarung dalam Pilkada 2018 setelah penetapan, Senin (12/2).
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar