Pilkada 2018 - Sulitnya menyaksikan debat kandidat Gubernur NTT

id KPU

Ketua KPU Nusa Tenggara Timur Maryanti Luturmas Adoe (ANTARA Foto/Ist)

Warga NTT disarankan menggunakan antena televisi UHF Chanel 56 agar bisa menyaksikan kembali debat kedua para kandidat Gubernur-Wakil Gubernur NTT pada Mei 2018 di iNews TV Jakarta.
Kupang (AntaraNews NTT) - Masyarakat Nusa Tenggara Timur masih kesulitan menyaksikan debat terbuka para kandidat Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023 di layar iNews TV Jakarta, karena siarannya tidak bisa terpantau di Kupang dan kota-kota kecil lainnya di NTT.

Sehubungan dengan itu, Ketua KPU NTT Maryanti Luturmas Adoe menyarankan agar warga Nusa Tenggara Timur dapat menggunakan antena televisi UHF Chanel 56 agar bisa menyaksikan kembali debat kedua para kandidat Gubernur-Wakil Gubernur NTT pada Mei 2018 di iNews TV Jakarta.

"Untuk debat kandidat berikutnya di iNews TV Jakarta, setiap pendukung masing-masing calon kepala daerah khususnya yang tinggal di Kupang dapat menggunakan antena biasa UHF atau antena luar untuk menyaksikan siaran tersebut," katanya kepada Antara di Kupang, Senin (16/4).

Maryanti Adoe menjelaskan hal itu untuk menanggapi keluhan beberapa pendukung soal kesulitan mereka untuk menyaksikan acara debat tersebut melalui siaran televisi. Siaran dapat ditangkap dengan menggunakan antena atau parabola berlengganan seperti Indovision, Trans-Vision dan beberapa TV berbayar lainnya.

Baca juga: Pilkada 2018 - Debat Cagub NTT tetap di Jakarta
. Debat terbuka para kandidat Gubernur-Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023 di iNews TV Jakarta (ANTARA Foto/dok) 

Ia mengatakan sebenarnya channel iNews TV ada di Kupang dan seharusnya pada debat pertama warga yang memiliki antena biasa atau antena UHF bisa menyaksikannya. "Namun bagi warga di luar Kota Kupang, kalau mau menyaksikan harus menggunakan parabola biasa atau juga menngunakan tv kabel," tuturnya.

Pernyataan dari Ketua KPU ini diperkuat dengan pernyataan dari Kepala Biro iNews TV Kupang, Semi Ndolu yang mengatakan bahwa sejauh ini jika siaran RCTI, MNC atau juga Global TV bisa ditemukan di televisi milik warga maka otomatis channel iNews TV juga ada.

"Pokoknya kalau ada group MNC TV maka otomatis semuanya ada, termasuk juga iNews TV," katanya seraya menambahkan group MNC TV tidak bekerja sama dengan IndiHome atau juga dengan Transvision, sehingga dengan sendirinya iNews TV tidak tayang di dua televisi berbayar itu.

Semi menambahkan selain hanya warga Kupang saja yang bisa menggunakan antena biasa, warga di kota SoE, ibu kota Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) juga bisa menggunakannya karena kota itu berada di ketinggian.
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar