Andien ingin membawa keceriaan lewat Benang-benang Asmara

id Andien,Benang-benang Asmara,Lagu

Andien ingin membawa keceriaan lewat Benang-benang Asmara

Penyanyi Andien Aisyah dalam gambar sampul untuk lagu barunya, berjudul "Benang-benang Asmara" (ANTARA/HO)

...Aku harap dengan mendengar lagu 'Benang-benang Asmara', kita bisa lebih menghargai momen-momen kecil yang kita habiskan bersama orang tersayang
Jakarta (ANTARA) - Penyanyi Andien Aisyah pada Jumat (3/12) resmi merilis lagu baru berjudul "Benang-benang Asmara" yang dia harapkan membawa keceriaan kepada pendengar.

Melalui lagu karya komposer legenda Indonesia mendiang Elfa Secioria yang produser musik pertama Andien 21 tahun yang lalu ini, Andien meyakini, walau sedang mengalami masa-masa menantang, di kehidupan masing-masing orang masih terdapat cinta yang membuat mereka bisa melalui hari bersama-sama.

Seperti dikutip dari siaran persnya, dia percaya bahwa cinta pula yang membuat orang-orang bisa melalui saat-saat sulit dan membuat mereka tetap kokoh lebih dari yang disangka.

Andien mengajak sutradara Gianni Fajri untuk menerjemahkan pesan dalam lagu ini ke dalam bentuk video. Dalam video digambarkan dua karakter utama yakni Jiwa dan Raga, terinspirasi dari jiwa dan raga yang turun ke bumi dalam satu kesatuan, mengalami konflik dan ketidakselarasan dalam perjalanan, tapi tetap pada akhirnya cinta pula yang menyatukan mereka.

Baca juga: Mencintai Hati yang Tak Cinta, Karya terbaru Arsy Widianto

Video musik ini mengandung pesan walaupun perjalanan di dunia membuat jiwa dan raga tak lagi utuh seperti sediakala, namun mata hati tak pernah dusta. Mata hati selalu melihat dari sisi yang lebih bijaksana.

Baca juga: Biru Baru kisahkan rasa syukur dan cinta di lagu Benderang

“Aku harap dengan mendengar lagu 'Benang-benang Asmara', kita bisa lebih menghargai momen-momen kecil yang kita habiskan bersama orang tersayang. Karena itulah sejatinya apa yang kita rajut sehari-hari, merajut Benang-benang Asmara sampai nanti menutup mata…” demikian ujar Andien.
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2022