Bulog NTT pastikan stok beras aman hingga lima bulan ke depan

id Bulog NTT, kebutuhan beras, NTT

Bulog NTT pastikan stok beras aman hingga lima bulan ke depan

ilutsrasi. Seorang pria membeli beras saat dilaksanakannya operasi pasar oleh Perum Bulog wilayah NTT di desa Bokong, Kabupaten Kupang, NTT, Kamis (2/12/2021).ANTARA FOTO/Kornelis Kaha.

...Saat ini ketersediaan atau stok beras di gudang Bulog capai 27 ribu ton
Kupang (ANTARA) - Perusahaan Umum Badan Logistik (Perum Bulog) Kanwil NTT memastikan bahwa persediaan beras untuk masyarakat di provinsi berbasis kepulauan itu cukup untuk lima bulan ke depan.

"Saat ini ketersediaan atau stok beras di gudang Bulog capai 27 ribu ton," kata Pemimpin Perum Bulog Kanwil NTT Asmal kepada wartawan di Kupang, Sabtu, (4/12).

Hal ini disampaikannya berkaitan dengan kesiapan beras yang dipegang oleh Bulog NTT jelang perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 di provinsi itu.

Ia mengatakan dengan stok yang ada tersebut masyarakat diharapkan tidak khawatir atau takut dengan kekurangan beras, karena memang Bulog NTT akan menyediakannya.

Asmal juga menjelaskan bahwa kebutuhan beras jenis premium maupun medium di NTT per bulan mencapai sekitar 5.000 ton sehingga bisa terpenuhi hingga lima bulan ke depan dengan persediaan yang dimiliki Bulog NTT.

"Kita juga selalu berkoordinasi dengan sejumlah pedagang di pasar tradisional di NTT ini, khususnya di Kota Kupang jika kebutuhan beras sudah habis bisa sampaikan ke kami," ujar dia.

Baca juga: Bulog NTT gelar pasar murah di pelosok desa menjelang Natal

Tak hanya itu pihaknya juga meminta kepada pemilik rumah pangan kita (RPK) untuk selalu melaporkan jika stoknya habis.

Baca juga: Bulog bagikan 5 ton beras fortivit tanggani stunting di Kupang

"Kalau RPK juga selalu kita sampaikan karena selama ini berjalan terus," tambah dia.

Lebih lanjut kata dia, Bulog akan terus memasok beras kepada masyarakat karena Bulog merupakan garda terdepan dalam menyalurkan pangan guna menjaga stabilitas harga dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2022