Kapal feri tertahan di Larantuka sudah diberangkatkan

id Feri

KMP Ile Ape tiba di Pelabuhan Penyeberangan Bolok Kupang setelah tertahan selama satu malam di Waibalun Larantuka, Flores Timur akibat cuaca buruk.

KMP Ile Ape yang tertahan di Pelabuhan Waibalun Larantuka, Kabupaten Flores Timur, karena alasan cuaca, sudah diberangkatkan menuju Pelabuhan Bolok Kupang di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Selasa (19/6) dini hari.
Kupang (AntaraNews NTT) - Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Ile Ape yang tertahan di Pelabuhan Waibalun Larantuka, Kabupaten Flores Timur, karena alasan cuaca, sudah diberangkatkan menuju Pelabuhan Bolok Kupang di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Selasa (19/6) dini hari.

"Benar ada kapal yang tertahan di Pelabuhan Waibalun Larantuka, karena alasan cuaca di perairan laut, tetapi kapal sudah diberangkatkan dan sudah tiba kembali di Kupang," kata Manager ASDP Cabang Kupang, Burham Zahin kepada Antara di Kupang, Rabu (20/6).

Ia mengemukakan hal itu, terkait adanya informasi dari para penumpang kapal fery tujuan Larantuka-Kupang, bahwa kapal belum diberangkatkan padahal mereka sudah menunggu di atas kapal sejak pukul 10.00 WITA.

Burham Zahim mengatakan, kapal yang seharusnya diberangkat dari Larantuka pada Senin (18/6) pukul 12.00 WITA tetapi baru bisa diberangkatkan pada Selasa (19/6) pukul 03.00 WITA dini hari menuju Kupang.

Menurut dia, pihaknya lebih mengutamakan keselamatan pelayaran, dan tidak ingin mengambil risiko untuk berlayar dalam kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.

Baca juga: Mudik Lebaran melalui pelabuhan feri meningkat

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan, gelombang setinggi 2-3,5 meter berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selain gelombang tinggi, wilayah NTT juga berpotensi dilanda angin kencang, kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Stasiun El Tari Kupang, Ota Welly Jenni Thalo.

Menurut dia, hasil analisa BMKG, saat ini gelombang setinggi 3-3,5 meter terjadi di Samudera Hindia, selatan Nusa Tenggara Timur (NTT). Gelombang 2,5-3.0 meter terjadi di Selat Sumba bagian barat, perairan Selatan Pulau Sumba, Laut Sawu dan Laut Timor Selatan NTT.

Sementara potensi gelombang tinggi 2-2,5 meter terjadi di wilayah perairan selat Sape dan selat Wetar, katanya menambahkan. Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga hari ini 20 Juni 2018.

Baca juga: Penyeberangan Kupang-Lembata-Deri segera dibuka kembali
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar