Kunjungan wisatawan ke Komodo mencapai 80.598 orang

id Wisman

Kunjungan wisatawan mancanegara ke Taman Nasional Komodo (TNK) di bagian barat Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

Arus kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Komodo (TNK) di wilayah barat Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur selama kurun waktu Januari-Juni 2018 mencapai sekitar 80.598 orang.
Kupang (AntaraNews NTT) - Arus kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Komodo (TNK) di wilayah barat Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur selama kurun waktu Januari-Juni 2018 mencapai sekitar 80.598 orang.

"Untuk semester pertama 2018, arus kunjungan sudah menembus hingga 80.598 orang, kami perkirakan jumlah kunjungan tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya," kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Komodo Dwi Sugiarto ketika dihubungi Antara dari Kupang, Kamis (5/7).

Ia mengatakan kunjungan wisatawan ke destinasi yang terkenal sebagai satu-satunya habitat satwa purba Komodo (varanus komodoensis) di dunia itu didominasi wisatawan asing mencapai 47.987 orang. Sementara jumlah kunjungan wisatawan domestik sebanyak 32.611 orang.

"Jumlah ini juga masih lebih tinggi dibandingkan periode yang sama Januari-Juni 2017 sebanyak 57.783 orang," katanya. Pihaknya memperkirakan arus wisatawan akan lebih membeludak pada enam bulan selanjutnya (Juli-Desember) di 2018 karena musim ramai (high sesion) yang lebih banyak.

Ia menjelaskan, puncak high sesion biasa berlangsung hingga Agustus, namun untuk kali ini bisa hingga Oktober karena adanya kegiatan pertemuan tahunan IMF-World Bank di Bali dan akan dilanjutkan ke Labuan Bajo dan Komodo.

Destinasi wisata Taman Nasional Komodo merupakan salah satu paket wisata unggulan yang ditawarkan untuk para delegasi dari ratusan negara yang menghadiri pertemuan tahunan di Bali tersebut.

"Tahun ini kami perkirakan arus wisatawan ke Komodo bisa jauh lebih besar dari sebelumnya karena musim high sesion yang lebih lama dan juga ada event internasional," katanya.

Baca juga: Sebanyak 18.807 wisatawan ke Komodo selama Ramadhan
Baca juga: Operator kesulitan menyediakan kapal wisata di Komodo
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar