Kabar dari Ukraina: Dari kuburan massal hingga larangan impor barang Rusia

id ukraina,rusia

Kabar dari Ukraina: Dari kuburan massal hingga larangan impor barang Rusia

Presiden Ukraina Volodydmr Zelenskyy dan Kanselir Austria Karl Nehammer menghadiri konferensi pers gabungan, saat serangan Rusia ke Ukraina terus berlanjut, di Kiev, Ukraina, Sabtu (9/4/2022). REUTERS/Valentyn Ogirenko/WSJ/cfo (via REUTERS/VALENTYN OGIRENKO)

Berikut adalah rangkuman berita terkini tentang invasi Rusia di Ukraina...
Jakarta (ANTARA) - Berikut adalah rangkuman berita terkini tentang invasi Rusia di Ukraina.

* Sebuah kuburan massal telah ditemukan di desa Buzova dekat ibu kota Kiev, Ukraina, menurut pejabat setempat. Kuburan berisi puluhan jasad warga sipil itu menjadi temuan terbaru setelah pasukan Rusia dipindahkan dari daerah-daerah sekitar Kiev ke wilayah timur.

* Bombardir pasukan Rusia di wilayah Luhansk dan Dnipro melukai satu orang, menyebabkan kebakaran dan merusak sejumlah bangunan, kata pejabat setempat.

* Intelijen militer Inggris mengatakan Rusia berupaya memperkuat pasukannya dengan personel yang diberhentikan dari dinas militer sejak 2012, ketika negara itu menelan banyak kekalahan di Ukraina.



* Sembilan kereta akan disediakan bagi penduduk Luhansk yang terkepung di wilayah timur untuk mengungsi pada Minggu, kata gubernur setempat.

* Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan pada Sabtu bahwa pasukan Rusia tampaknya telah melakukan kejahatan perang dengan mengincar warga sipil di Ukraina. Namun, dia mengatakan para pengacara harus menyelidiki dugaan itu.

* Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson di Kiev pada Sabtu. Johnson memanfaatkan kunjungan itu untuk menyampaikan paket baru bantuan keuangan dan militer bagi Ukraina. Dia menjadi pemimpin asing terakhir yang mengunjungi Kiev setelah pasukan Rusia ditarik mundur dari sekitar ibu kota.

* Para pendonor, termasuk Kanada dan Komisi Eropa, berjanji pada Sabtu untuk memberikan donasi, pinjaman dan hibah senilai total 9,1 miliar euro (Rp142,24 triliun) guna membantu para pengungsi perang di Ukraina.

* Ukraina telah melarang semua impor dari Rusia dan mendesak negara-negara lain untuk mengikuti jejaknya dan menjatuhkan sanksi ekonomi yang lebih keras. Rusia adalah mitra perdagangan utama Ukraina sebelum perang dengan nilai impor tahunan sekitar 6 miliar dolar AS (Rp86,22 triliun).

Baca juga: Kuburan massal warga sipil Ukraina ditemukan dekat Kiev

Baca juga: Ukraina terus berupaya mengevakuasi warga sipil yang terjebak


Sumber: Antara/Reuters