Golkar belum mati di Ngada

id Golkar

Ketua DPD Golkar Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena.

"Tugas jajaran Golkar Ngada adalah bagaimana mengembalikan kursi yang pernah dimiliki itu," kata Laka Lena saat membuka Musdalub Partai Golkar Ngada di Bajawa, Flores, Selasa (20/11).
Kupang (AntaraNews NTT) - Ketua DPD Partai Golkar Nusa Tenggara Timur Melki Laka Lena menegaskan bahwa partai berlambang pohon beringin itu belum "mati" di Kabupaten Ngada, Pulau Flores.

"Tugas jajaran Golkar Ngada adalah bagaimana mengembalikan kursi yang pernah dimiliki itu," kata Laka Lena saat membuka Musdalub Partai Golkar Ngada di Bajawa, Flores, Selasa (20/11).

Ia mengatakan surutnya perolehan kursi Golkar di parlemen lokal, bukan tanda bahwa Golkar telah mati, tetapi hanya sekadar meminjamkan kursinya kepada partai lain pada pemilu-pemilu sebelumnya.

Hadir pada kesempatan itu antara lain Ketua Wantim Golkar NTT Felix Pullu bersama anggotanya Andres Paru, Frans Sarong (Wakil Ketua Golkar NTT), Plt Ketua Golkar Ngada Thomas Tiba bersama sekretarisnya Maxi Adipati Pari dan mantan Ketua Golkar Ngada Lori Pea. 

Laka Lena melukiskan Golkar sebagai partai yang unik, karena selalu menghadapi badai yang nyaris membuatnya tumbang bahkan harus berakhir kisahnya.

Namun, fakta menunjukkan bahwa Golkar tetap terus bertahan dan terus eksis dan bercokol di tangga paling atas dalam peta politik di negeri ini. 

Baca juga: Golkar NTT optimistis Jokowi-Ma`ruf menang 90 persen

"Ini adalah modal utama Golkar dalam berupaya meraih kemenangan di setiap pertarungan politik ke depannya di negeri ini," ujar Laka Lena.

Sementara itu, Ketua Golkar Ngada Lori Pea mengimbau jajaran Golkar setempat untuk menguburkan seluruh riak bahkan gejolak yang sempat terjadi hingga berujung pada Musdalub ini. 

"Yang terjadi adalah sebuah dinamika berdemokrasi yang harus dibadapi secara bijak dengan mengedepankan kekokohan demi kemenangan Golkar. Mari kita bangkit bersama menangkan Golkar di Ngada," katanya menegaskan.

Plt Ketua Golkar NgadaThomas Tiba mengimbau keluarga besar Golkar Ngada menjadikan Musdalub sebagai momentum memajukan sekaligus memenangkan Golkar. 

"Bagi saya terlaksananya musdalub ini melegakan karena dengan demikian saya lebih leluasa bersosialisasi memenangkan pertarungan pileg April 2019," katanya.

Baca juga: Indonesia Timur lumbung suara Jokowi-Ma`ruf

Pimpin Golkar Ngada
Dalam Musdalub tersebut, Andreas Paru akhirnya terpilih sebagai Ketua DPD Golkar Kabupaten Ngada. Dari 14 pemegang hak suara, Andreas meraih dukungan 10 suara. 

Empat suara sisanya untuk Yohanes Fianey Nua yang adalah Ketua AMPG Golkar Ngada, namun Yohanes kemudian menyatakan sikapnya mendukung seniornya, Andreas Paru.

Dalam rapat yang dipimpin oleh Ketua DPD Golkar NTT Melki Laka Lena, musdalub itu dihadiri seluruh perwakilan pengurus Golkar 12 kecamatan di Ngada. 

Ketika memimpin rapat, Laka Lena mengatakan Andreas Paru adalah bekas seorang pensiunan polisi. Setelah 30 tahun bertugas di lingkungan Polda Papua, ia memohon pensiun dini dari dinasnya, dan menjadi seorang wirausahawan sejak 2014.

Terakhir sebelum pensiun dini, ia sebagai Kasubdit Pengembangan Obyek Vital Polda Papua, dengan pangkat Ajun Komisaris Besar Polisi atau AKBP.

Ketua Komcat Golkar Riung Barat, Alex Songkares melihat setidaknya ada dua pemicu hingga agenda pemilihan ketua berjalan mulus dan memberikan dukungan mutlak bagi Andreas Paru.

Baca juga: Christian: Tak sulit kembalikan kejayaan Golkar

Pemicu pertama, Andreas Paru dinilai sebagai sosok paling cocok memimpin Golkar Ngada. Keunggulannya, ia dinilai mampu bekerja bahkan berlari memenangkan Golkar sesuai target setidaknya 5 kursi di DPRD Ngada pada pileg April 2019.

Pemicu lainnya adalah sikap bijak dan juga kebesaran jiwa mantan ketua DPD Golkar Ngada Lori Pea, yang sejak awal berharap agar pemilihan ketua dapat dilaksanakan secara aklamasi serta kepiawaian komunikasi Plt Ketua DPD Golkar Ngada Thomas Tiba.  

Melki Laka Lena berterima kasih atas mulusnya proses musdalub yang dilaksanakan dengan penuh rasa kekeluargaan. "Saya berharap Andreas Paru bersama timnya di Golkar Ngada mampu meraih sedikitnya lima kursi di DPRD Ngada," ujarnya.

Atas dasar realitas tersebut, Laka Lena kembali menegaskan bahwa Golkar Ngada belum mati, tetapi hanya meminjamkan kursinya kepada partai lain yang membutuhkan pada saat itu.

Baca juga: Kemenangan Tahun-Koenay jadi kado istimewa bagi Golkar
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar