PSK eks Karang Dempel segera dipulangkan

id PSK

Para pekerja sex komersial (PSK) mengikuti kegiatan sosialisasi rencana pemulangan PSK ke daerah asalnya di Kupang, Senin (4/3). (ANTARA Foto/Benny Jahang)

Sekitar 145 pekerja seks komersial (PSK) eks lokalisasi Karang Dempel (KD) Kupang akan segera dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing, karena lokalisasi prostitusi terbesar di NTT itu telah ditutup pemerintah sejak 1 Januari 2019.
Kupang (ANTARA News NTT) - Sekitar 145 pekerja seks komersial (PSK) eks lokalisasi Karang Dempel (KD) Kupang akan segera dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing, karena lokalisasi prostitusi terbesar di NTT itu telah ditutup pemerintah sejak 1 Januari 2019.

"Dalam bulan Maret ini, semua PSK eks Karang Dempel akan dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing tanpa kecuali," kata Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore kepada para wartawan di Kupang, Sabtu (9/3).

Wali Kota Kupang menjelaskan hal tersebut terkait rencana pemulangan para PSK eks Karang Dempel menyusul telah dilaksanakannya rapat koordinasi dengan Kemensos beberapa waktu lalu.

Dalam rapat koordinasi dengan Kemensos itu telah disepakati agar para PSK eks KD segera dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing, dengan harapan mereka bisa membuka usaha baru.

Para PSK eks KD itu antara lain berasal dari delapan provinsi di Indonesia serta 10 kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Ia mengatakan, proses pemulangan para PSK eks KD dilakukan pada Maret 2019 apabila semua proses administrasi terkait pemulangan para PSK sudah selesai dikerjakan.

Baca juga: Pemerintah tutup 156 lokalisasi prostitusi di seluruh Indonesia

Jefri mengatakan, pemerintah Kota Kupang telah mengalokasikan biaya pemulangan para PSK sebesar Rp5 juta/orang yang dialokasikan dari APBD II Kota Kupang.

Namun, kata Wali Kota, setelah dilakukan penghitungan biaya transport pemulangan akibat kenaikan harga tiket pesawat maka pemerintah Kota Kupang menambah biaya pemulangan para PSK menjadi Rp6 juta/orang.

"Biaya pemulangan para PSK terpaksa kami naikan karena disesuaikan dengan kenaikan biaya transportasi udara yang saat ini terus meroket," katanya.

Baca juga: Pemkot Kupang hanya izinkan usaha hiburan di lokalisasi KD
Baca juga: Eks PSK KD didorong ikut program pemberdayaan ekonomi
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar