Basarnas Maumere gelar pelatihan potensi SAR di permukaan air

id basarnas

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Maumere, I Putu Sudayana ketika memberikan laporan dalam rapat koordinasi dan pelatihan potensi SAR di Maumere, Kabupaten Sikka, Senin (24/6). (ANTARA FOTO/Basarnas Maumere)

Basarnas Maumere menggelar pelatihan potensi SAR di Pulau Flores untuk meningkatkan keterampilan potensi SAR agar lebih maksimal dalam penanganan pertolongan apabila terjadi bencana alam di daerah itu.
Kupang (ANTARA) - Basarnas Maumere menggelar pelatihan potensi SAR di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur untuk meningkatkan keterampilan potensi SAR agar lebih maksimal dalam penanganan pertolongan apabila terjadi bencana alam di daerah itu.

Dalam penjelasan tertulis Basarnas Maumere yang diperoleh di Kupang, Selasa (25/6), kegiatan pelatihan potensi SAR di permukaan air serta rapat koordinasi SAR 2019 dibuka secara resmi oleh Direktur Operasi Basarnas, Brigjen TNI (Mar) Budi Purnama.

Direktur Operasi Basarnas, Brigjen TNI (Mar) Budi Purnama dalam kesempatan itu mengatakan, kesuksesan penanganan suatu kejadian kecelakaan dan bencana adalah kerja sama, soliditas dan sinergi dari setiap institusi atau organisasi yang terlibat dalam operasi pencarian dan pertolongan.

"Mereka hadir dengan kemampuan dan kekuatan yang dimiliki, kemudian dihimpun oleh sebuah sistem operasi yang menjamin bahwa kemampuan dan kekuatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menjawab tantangan tugas di lapangan," kata Budi.

Menurut dia, kerja sama di bidang operasi sebaiknya sudah terjalin dengan baik di antara potensi SAR yang ada sehingga bila terjadi suatu kecelakaan transportasi, bencana dan kondisi membahayakan manusia, maka semua yang terlibat terutama petugas pencarian dan pertolongan memiliki pemahaman yang sama dalam satu komando.

Ia mengatakan, selama periode Januari-Desember 2018 hingga Mei 2019 Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Kantor SAR Maumere telah menyelenggarakan operasi pencarian dan pertolongan terhadap kecelakaan kapal sebanyak 38 kali, kondisi membahayakan manusia 38 kali dan bencana alam sebanyak 18 kali.

Budi mengatakan, sesuai catatan Basarnas bahwa wilayah kerja Kantor SAR Maumere pernah dilanda bencana alam tsunami tahun 1992 dengan korban sebanyak 1.150 orang. "Kita tentu prihatin dan turut berduka terhadap para korban bencana alam di Flores saat itu," tegas Budi.

Baca juga: Basarnas temukan lima korban KM Nusa Kenari dalam kondisi tak bernyawa

Ia mengatakan dalam menghadapi berbagai bencana alam yang terjadi maka pemerintah bersama masyarakat harus hadir dan wajib memberikan pertolongan dan memberikan bantuan terhadap korban yang terdampak bencana.

Sementara itu Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, I Putu Sudayana mengatakan kegiatan pelatihan potensi SAR di permukaan air serta rapat koordinasi SAR 2019 diikuti 90 rang peserta berlangsung hingga Jumat 28 Juni 2019.

Menurut dia, pelatihan potensi SAR dan rapat kordinasi dilakukan untuk memberikan bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan kepada seluruh potensi SAR yang sering dilibatkan dalam berbagai operasi SAR di daerah itu.

"Kami harapkan melalui kegiatan ini dapat meningkatkan sinergitas dan solidaritas dengan potensi SAR sehingga potensi SAR memahami serta mengerti prosedur operasi SAR dan langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika melaksanakan operasi SAR," tegas Putu Sudayana.

Turut hadir dalam kegiatan pembukaan Rakor dan pelatihan potensi SAR di Maumere, Pulau Flores yaitu Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga serta Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang, Emi Friezer.

Baca juga: Pemkab Alor hibahkan lahan untuk Basarnas Maumere
Baca juga: Basarnas tutup operasi pencarian korban KM Nusa Kenari 02
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar