Cuaca buruk sebabkan harga ikan di Kupang meroket

id Ikan

Cuaca buruk sebabkan harga ikan di Kupang meroket

Cuaca buruk di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur berdampak pada tingginya harga ikan di pasaran Kupang. (ANTARA Foto)

Harga ikan berbagai jenis di pasaran Kota Kupang hingga Selasa (17/9/2019) tergolong masih meroket akibat dampak dari cuaca buruk yang tengah melanda wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT). 
Kupang (ANTARA) - Harga ikan berbagai jenis di dua pasar dalam Kota Kupang, yakni pasar Oeba dan pasar Oesapa hingga Selasa (17/9/2019) tergolong masih meroket akibat dampak dari cuaca buruk yang tengah melanda wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Di pasar Oesapa, misalnya, harga ikan kombong yang sebelumnya dijual seharga Rp40.000/enam ekor, kini melonjak naik menjadi Rp50.000/enam ekor, sedang ikan tongkol dari Rp10.000/enam ekor, naik menjadi Rp20.000/enam ekor.

Sementara, cumi yang bulan lalu masih berada pada kisaran Rp5.000/kumpul, saat ini melonjak naik menjadi Rp10.000/kumpul, sedang ikan terbang dari Rp10.000/enam ekor naik menjadi Rp20.000/6 ekor.

Santi (29), salah seorang pedagang ikan di Pasar Oesapa, menuturkan meroketnya harga ikan ini terjadi selama sebulan terakhir akibat cuaca buruk yang masih terus melanda wilayah perairan NTT. 

Baca juga: Harga Ikan di Kupang meroket akibat cuaca buruk

“Ya, harga ikan seperti ini sudah berlaku selama sebulan terakhir. Belum banyak nelayan yang berani melaut akibat cuaca buruk yang masih terus melanda wilayah perairan setempat," katanya.

Senada dengan Santi, Melkianus (46), salah seorang pedagang ikan lainnya di pasar Oeba mengatakan harga ikan saat ini dijual agak sedikit mahal karena pasokannya sudah mulai berkurang.

Ia mencontohkan ikan belang kuning dan serumpunnya yang biasa dijual dengan harga Rp45.000 sampai Rp50.000/ekor, kini terpaksa disesuaikan dengan harga Rp65.000/ekor.

"Sekarang pasokan ikan sedang berkurang, karena cuaca buruk berupa angin kencang disertai gelombang tinggi, yang disertai pula dengan bulan terang, sehingga membuat nelayan susah mendapat ikan,” ujarnya.

Kendati harga ikan melambung tinggi, para pedagang ikan mengakui jumlah pembeli masih tetap stabil.  "Ikan kan jadi lauk yang cukup diminati, jadi orang-orang tetap membeli, meskipun harganya naik, terutama para pengelola warung makan,” tambah Melkianus.

Baca juga: Menurut HNSI NTT, perlu ada standar harga penjualan ikan
Baca juga: Kupang gunakan aplikasi daring pantau harga ikan
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar