Fiber Optik Telkom Normal Kembali

id Telkom

Fiber Optik Telkom Normal Kembali

Kabel fiber optik milik Telkom yang putus di kilometer 12 Ende, Nusa Tenggara Timur kini sudah normal kembali.

Hasil koordinasi dengan pihak Telkom bahwa kabel fiber optik yang sebelumnya putus dan diduga berada di kilometer 12 di perairan NTT saat ini mulai normal kembali.
Kupang (Antara NTT) - Kabel fiber optik Telekomunikasi yang mengakomodir layanan data dan informasi untuk Propinsi Nusa Tenggara Timur saat ini mulai normal kembali setelah sebelumnya putus di beberapa titik akibat bencana alam dan gempa bumi.

Vice President ICT Management Telkomsel Area Jawa Bali Ali Imran yang dihubungi dari Kupang, Senin, mengatakan hasil koordinasi dengan pihak Telkom bahwa kabel fiber optik yang sebelumnya putus dan diduga berada di kilometer 12 di perairan NTT saat ini mulai normal.

Indikasi dari normalnya kabel serat optik Telkom itu nampak dari jaringan komunikasi yang sebelumnya terganggu bahkan nyaris lumpuh total itu sudah mulai tersambung lagi dan komunikasi lewat data dan suara pun lancar.

"Ada dua titik yang putus. Dua titik itu merupakan ruas fiber optik yang melayani Kupang ke Maumere dan Maumere ke Ende. Tapi kami sudah koordinasikan dengan pihak Telkom, sehingga saat ini normal," katanya.

Adapun penyebab putusnya kabel fiber optik tersebut diduga karena faktor bencana alam, yakni gempa di laut.

Walau faktor tersebut umum terjadi, Ali mengaku bahwa kejadian kali ini sempat membuat kaget dan syok sebab pada saat itu pihaknya tengah menggelar kegiatan besar di Kupang dan lebih dari itu komunikasi pelanggan pasti terganggu.

Padahal sepekan sebelum puncak kegiatan Pesta Rakyat di Kupang Nusa Tenggara Timur pihaknya bersama Telkom sebagai induk perusahaan sudah berupaya untuk meningkatkan kualitas dari kabel fiber optik.

Walau sudah bisa dikatakan hampir sering mengalami kejadian seperti ini, Ali sebenarnya sudah menemukan solusinya, yakni dengan memasangkan ring.

"Yang ideal itu pakai ring. Semuanya diproteksi. Nah, nanti akan dibuat ring kecil, sehingga tidak terisolasi. Proteksinya nantinya di masing-masing pulau, tidak seperti sekarang yang terpusat di Ende," ujarnya.

Akibat putusnya dua ruas fiber optik, layanan data di NTT sempat mati total. Pihak Telkomsel dibuat kelimpungan dan mencari cara agar bagaimana layanan daya bisa hidup kembali, salah satunya adalah dengan memanfaarkan satelit milik Telkom.

Ia mengatakan Telkomsel secara terjadwal melakukan uji jaringan di beberapa area yang diprediksi menjadi pusat keramaian masa liburan Natal dan Tahun Baru di Bali Nusra, seperti tempat wisata, bandara, terminal, pelabuhan penyeberangan, dan pusat perbelanjaan hingga jalur transportasi.

Uji jaringan yang dilakukan kali ini lebih fokus ke penggunaan layanan data, baik dalam kondisi sedang mobile maupun dalam keadaan steady atau tidak bergerak untuk memastikan kenyamanan penggunaan layanan data yang telah menjadi kebutuhan dan tren masyarakat di era mobile lifestyle.

Pembangunan tower
Sementara itu, DPRD Kota Kupang mengingatkan pemerintah setempat terus mengawasi pembangunan tower oleh perusahaan penyedia layanan internet (provider) yang mulai marak, namun banyak yang belum memiliki izin.

"Fakta yang kami temui di lapangan sudah ada banyak tower yang berdiri di sejumlah titik dan lahan, namun nyatanya belum berizin. Ini sudah kami sampaikan ke pemerintah untuk menertibkannya," kata Ketua DRPD Kota Kupang Yeskiel Loudoe.

Politisi dari PDI Perjuangan itu meminta pemerintah untuk meningkatkan pengawasan dengan menertibkan bangunan tower yang belum berizin serta dampaknya terhadap penerimaan daerah.

Ketua Komisi I DPRD Kota Kupang yang membidangi perizinan Padron Paulus secara terpisah mengaku telah menemui Kepala Dinas Penananam Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Kupang untuk menjelaskan fenomena tersebut.

Bersama seluruh anggota Komisi I, lanjut dia, pihaknya telah melakukan kunjungan kerja dan berdialog langsung dengan pemerintah di dinas tersebut.

"Kami mendapat kesan bahwa Dinas Pelayanan Perizinan sudah melaksanakan seluruh tugasnya sesuai aturan yang ada. Namun jika dalam beberapa hal masih ada yang terlewatkan akan segera ditertibkan," kata politisi dari Partai NasDem itu.

Kepala Dinas Perizinan dan Penanaman Modal Kota Kupang Barnabas Thomas Balukh mengaku akan menerbitkan izin jika seluruh persyaratan pemohon memenuhi syarat dan menertibkan bagi provider yang membangun tower tanpa izin.

Dia menyatakan bahwa Kota Kupang adalah kota jasa dan perdagangan, sehingga proses investasi apa pun yang dilakukan di daerah ini harus mengikuti seluruh prosedur peraturan yang ada. 

Mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kupang itu mengaku telah membentuk tim untuk melakukan evaluasi dan pendataan lapangan atas sejumlah tower yang ada untuk mendapatkan data akurat terkait perizinan bangunan tersebut.