Wakapolda: NTT perlu banyak pepohonan, ini manfaatnya

id tanam pohon,Resapan air,Polda ntt

Wakapolda:  NTT perlu banyak pepohonan, ini manfaatnya

Wakapolda NTT Brigjen Pol Johni Asadoma (tengah) memberikan anakan pohon kepada Kasrem Korem 161/Wirasakti Kupang Kolonel Inf I Kadek Subawa dalam acara Polri peduli penghijauan di Kecamatan Alak, Kota Kupang, NTT Jumat (10/1/2020). Antara Foto/Kornelis Kaha.

Kita tahu bahwa pohon yang ditanam dan hidup mampu mencegah terjadinya bencana alam, nah untuk wilayah NTT ini butuh banyak pohon sehingga mampu mencegah terjadinya kekeringan di musim kemarau karena mampu menjadi daerah resapan air,
Kupang (ANTARA) - Wakil Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur Brigjen Pol Johni Asadoma mengatakan bahwa provinsi berbasis kepulauan itu perlu ditanam banyak pepohonan agar bisa menjadi lokasi resapan air.

"Kita tahu bahwa pohon yang ditanam dan hidup mampu mencegah terjadinya bencana alam, nah untuk wilayah NTT ini butuh banyak pohon sehingga mampu mencegah terjadinya kekeringan di musim kemarau karena mampu menjadi daerah resapan air, " katanya kepada wartawam di Kupang, Jumat, (10/1).

Hal ini disampaikan usai mengelar aksi penanaman sejuta pohon serentak yang diinisiasi oleh Polda NTT di jalur 40 Kecamatan Alak, Kota Kupang yang dihadiri oleh sejumlah instansi lain seperti TNI, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTT dan instasi lainnya.

Komandan berbintang satu itu mengatakan bahwa aksi penanaman sejuta pohon itu tidak hanya dilakukan di Kota Kupang saja, tetapi juga dilakukan di seluruh Polres di wilayah kerja Polda NTT.

Menurut dia NTT adalah daerah yang gersang saat musim kemarau, jika tidak ada yang punya inisiatif untuk menanam pohon maka dikhawatirkan akan semakin gersang provinsi berbasis kepulauan itu

"Aksi penanaman pohon ini tidak hanya bagian dari seremonial belaka, tetapi juga bagian dari mengajak seluruh masyarakat di NTT untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan cara menanam pohon untuk menghijaukan daerah sekitar," tuturnya.

Baca juga: BKSDA ajak warga NTT jaga kelestarian hutan
Baca juga: Tiap tahun 15.000 hektare hutan di NTT rusak


Polda NTT sendiri sengaja memilih menanam pada musim hujan kata dia agar jutaan anakan pohon yang ditanam itu bisa tumbuh subur saat musim hujan.

"Musim hujan di daerah kita inikan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan, kita harapkan selama tiga bulan ini sejumlah pohon yang kita tanam ini bisa tumbuh, tentunya akan kami pantau terus pohon yang sudah kami tanam ini," ujar dia.

Johni juga mengatakan bahwa sejumlah anakan pohon yang ditanam tersebut adalah, pohon-pohon yang memang cocok dan bertahan di musim kemarau dan cocok untuk wilayah NTT.

Sejumlah pohon yang ditanam adalah pohon nangka, mangga, kelor, mahoni, trembesi, dan ada beberapa sejumlah anak-anakan pohon yang bisa menghasilkan buah-buahan.

Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTT Ferdy J Kapitan mengatakan pihaknya justru sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Polda NTT dengan menanam jutaan pohon di kawasan jalur 40 itu.

"Kami justru pada dasarnya mendukung hal ini. Kemudian juga kami juga justru mencari instansi-instansi yang dapat membantu kami menghijaukan NTT ini dengan kegiatan seperti saat ini," ujar dia.

Namun ia berharap agar kegiatan seperti ini tidak hanya sebatas seremonial belaka, namun terus berkelanjutan untuk mendukung program pemerintah menghijaukan bumi Indonesia.
 
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar