Seorang kades di Rote buat sensasi dengan menyebarkan foto syur

id foto syur

Seorang kades di Rote buat sensasi dengan menyebarkan foto syur

Kasubag Humas Polres Rote Ndao Aipda Anam Nurcahyo (ANTARA/HO-dokumen pribadi)

Polres Rote Ndao tengah menyelidiki kasus tersebarnya foto syur seorang kepala desa di daerah terselatan Indonesia itu dengan sekretrisnya di akun facebook milik kades tersebut.
Kupang (ANTARA) - Kepolisian Resor Rote Ndao di Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur tengah menyelidiki kasus tersebarnya foto syur seorang kepala desa di daerah terselatan Indonesia itu dengan sekretrisnya di akun facebook milik kades tersebut.

Kasubag Humas Polres Rote Ndao Aipda Anam Nurcahyo ketika dihubungi Antara dari Kupang, Senin (24/2) mengatakan bahwa penyelidikan itu dilakukan setelah adanya laporan dari warga Desa Bolatena, Kecamatan Landu Leko, Kabupaten Rote Ndao.

Anam mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut dan belum sampai pada penetapan tersangka.

"Kami juga akan menyelidiki siapa yang menyebarkan foto syur tersebut di media sosial facebook, apakah Kades Bolatena sendiri atau orang lain," katanya. 

Anam mengatakan bahwa laporan polisi itu sudah diterima oleh pihak kepolisian setempat pada Rabu (19/2) pekan lalu. Laporan polisi itu tertuang dalam Nomor : LP/ 14 / II / 2020/Polres Rote Ndao,

Baca juga: Gara-gara catut nama Kapolres Rote, Dance Henuk akhirnya ditahan polisi

Dalam foto itu, nampak Kepala Desa Bolatena, Rote Ndao sedang memeluk mesra sekretarisnya di sebuah kamar dalam keadaan telanjang bulat.

Sekretaris Desa Bolatena hanya berbalut handuk tanpa baju, sementara sang kades memeluk mesra sekretarisnya dari belakang tanpa sehelai benang pun.

Dalam laporan yang dilakukan oleh Silas Lakabela itu warga meminta aparat penegak hukum menindak tegas oknum-oknum yang telah menyebarkan konten tidak senonoh tersebut.

Menurut Silas, langkah yang diambil merupakan upaya untuk mengembalikan harkat dan martabat masyarakat Bolatena akibat postingan akun FB milik Junior Matasina yang merupakan Kepala Desa Bolatena.

“Terlepas dari asli atau tidaknya foto yang disebar, itu bukan domain kami, tetapi yang pastinya akun Facebook dengan sebutan Matasina Junior itu adalah milik Kepala Desa Bolatena," ujarnya.

Dia berharap polisi profesional dalam mengungkap kasus ini, sehingga bisa memberi efek jera bagi pelaku dan juga menjadi pembelajaran bagi seluruh pengguna media sosial agar cerdas dan bijak menggunakan media sosial.

Baca juga: Polisi tangkap tangan pelaku pengeboman ikan di Rote Ndao
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar