Kemenhub realisasikan bantuan kapal pinisi dukung pariwisata di Lembata

id Kabupaten Lembata,Bantuan Kemenhub,Kapal pinisi

Kemenhub realisasikan bantuan kapal pinisi dukung pariwisata di Lembata

Kapal pinisi "Aku Lembata" yang merupakan bantuan hibah dari Kementerian Perhubungan untuk Pemerintah Kabupaten Lembata saat sedang parkir di Pelabuhan Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Selasa (17/3/2020). ANTARA/HO-Lor Lamablawa.

Bahwa di barat itu ada Komodo di Manggarai Barat dan di timur sini ada wisata ikan paus di Lembata
Kupang (ANTARA) - Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday, mengatakan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah merealisasikan bantuan hibah sebuah kapal pinisi untuk mendukung pengembangan pariwisata di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.

"Bantuan kapal pinisi sekarang sudah ada di Lembata sejak beberapa waktu lalu akan digunakan untuk mendukung pengembangan pariwisata terutama bahari di Lembata," katanya ketika dihubungi  Antara dari Kupang, Selasa (17/3).

Dia mengatakan, bantuan tersebut sebagai respons Kementerian Perhubungan terhadap surat permohonan yang diajukan pemerintah daerah mengingat anggaran yang terbatas untuk membeli kapal pinisi.

"Mereka (Kemenhub) juga tahu bahwa potensi wisata bahari di Lembata itu cukup tinggi dan bagaimana menjawab program Pemerintah NTT menjadikan pariwisata sebagai lokomotif pembangunan ekonomi," katanya.

Baca juga: Lembata dapat armada kapal Pinisi

Mantan Dekan Fakultas Ekonomi di Universitas Widya Mandira Kupang itu mengatakan, bantuan tersebut juga menjawab kebutuhan pemerintah daerah dalam membangun mata rantai pariwisata agar wisatawan bisa lebih lama berwisata di NTT.

"Bahwa di barat itu ada Komodo di Manggarai Barat dan di timur sini ada wisata ikan paus di Lembata," kata Thomas Langoday.

Dia menjelaskan kapal pinisi yang diproduksi di Bulukumba, Sulawesi Selatan yang diberi nama "Aku Lembata" itu akan digunakan untuk melayani wisatawan yang melakukan wisata bahari di Lembata maupun daerah lain di sekitarnya.

Kapal ini, lanjut dia, rencananya akan dikelola pihak ketiga untuk dioperasikan dengan prinsip bisnis sehingga mampu mendatangkan keuntungan bagi daerah.

"Karena itu ke depan mesti diatur ada badan usaha yang harus mengelola itu karena pemerintah fokus mengurus pelayanan kepada masyarakat," katanya.

Baca juga: Jokowi naik kapal pinisi di Labuan Bajo
Baca juga: PT Pelni luncurkan Pinisi Pelita Arunika di Labuan Bajo

 
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar