PT Pelni luncurkan Pinisi Pelita Arunika di Labuan Bajo

id Pinisi

PT Pelni luncurkan Pinisi Pelita Arunika di Labuan Bajo

Peluncuran KLM Pinisi Pelita Arunika di Labuan Bajo, Pulau Flores, NTT, Selasa (23/7)(ANTARA FOTO/Humas PT Pelni)

PT (Persero) Pelni meluncurkan kapal layar motor Pinisi Pelita Arunika di Labuan Bajo, Selasa (23/7) untuk melayani wisatawan yang sedang berwisata di ujung barat Pulau Flores itu.
Kupang (ANTARA) - PT (Persero) Pelayaran Nasional Indonesia terus memperkuat bisnis wisata bahari di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan meluncurkan KLM (Kapal Layar Motor) Pinisi Pelita Arunika di ujung barat Pulau Flores itu, Selasa (23/7).

"Setelah sukses mendorong Kepulauan Karimunjawa menjadi daerah tujuan wisata andalan di Jawa Tengah, kini kami juga terus menekuni bisnis Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition (MICE) on board serta sekarang kami mulai merambah layanan bisnis kapal Pinisi," kata Dirut PT Pelni (Persero) Insan Purwarisya L Tobing.

Kapal Pinisi Pelita Arunika yang diluncurkan tersebut untuk melayani para wisatawan domestik maupun mancanegara yang berwisata di Labuan Bajo serta pulau-pulau kecil di sekitar Taman Nasional Komodo (TNK).

Peresmian yang berlangsung di dermaga penyeberangan milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Labuan Bajo itu dilakukan oleh Direktur Utama PT Pelni (Persero), Insan Purwarisya L Tobing bersama dengan Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Edwin Hidayat Abdullah serta Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula.

Pengelolaan KLM Pelita Arunika ditangani anak usaha dari PT PIDC yang telah mendirikan perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata, yakni PT Pelni Wisata Jaya (PWJ). Produk pertama PWJ adalah pengoperasian dan layanan wisata bahari dengan KLM Pelita Arunika. 

Sebelum dioperasikan, kapal buatan dalam negeri tersebut telah diuji coba, dan kini aktif melayani wisatawan di Labuan Bajo dan sekitar Kepulauan Komodo.

Baca juga: Ombudsman NTT, layanan penjualan tiket PT Pelni sudah bagus

 Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni (Persero) Yahya Kuncoro mengatakan pengoperasian kapal Pinisi akan mendukung bisnis wisata bahari Pelni yang pada tahun 2019 ini menawarkan sembilan destinasi wisata bahari dalam bentuk paket wisata full service (tidak termasuk tiket pesawat). 

"Kehadiran KLM Pelita Arunika akan semakin menunjang bisnis Pelni di bidang pariwisata," kata Yahya Kuncoro dan menyatakan optimistis bahwa dengan adanya anak perusahaan yang menangani wisata bahari, PT Pelni yang merintis wisata bahari sejak 2014 ini yakin bahwa bisnis wisata bahari Pelni akan semakin berkembang. 

“Tahun 2019 ini kami menawarkan sembilan paket wisata bahari ke Kepulauan Seribu (Jakarta), Karimunjawa (Jawa Tengah), Banda Neira, Ambon (Maluku), Pulau Komodo, Labuan Bajo (NTT), Sabang (Aceh), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Togean (Gorontalo), Tanjung Puting (Kalimantan Tengah) dan Danau Kelimutu, Ende (NTT)," ujarnya.

Ia mengatakan penyelenggaraan wisata bahari Pelni dikemas dengan memanfaatkan kapal sebagai sarana transportasi sekaligus hotel terapung untuk akomodasi, mandi, makan, ibadah dan tidur di kapal. 

"Dengan mengemas paket wisata bahari menjadikan Pelni memiliki kemampuan dalam berbisnis wisata untuk mendukung program pemerintah mendatangkan 20 juta wisatawan ke Indonesia," katanya. 

Ia menambahkan beberapa destinasi wisata bahari yang disiapkan sebagai alternatif wisatawan mengunjungi Indonesia. Pelni mengambil peran di wisata bahari. Fasilitas di KLM Pelita Arunika cukup lengkap, seperti kamar tidur dengan pendingin udara dan kamar mandi di setiap kamar tidur.

Paket yang telah ditawarkan di antaranya adalah Pulau Komodo di Labuan Bajo. Pelayanan wisata nantinya sudah termasuk tiket pesawat, penginapan, makan, diving set, asuransi dan transportasi dari dan ke Pulau Komodo. 

“Untuk eksplore bawah laut kami mengoperasikan kapal Pinisi agar wisatawan dapat puas menikmati sensasi wisata bahari," katanya dan menambahkan 
KLM Pinisi Pelita Arunika dibangun di galangan dalam negeri di Tanjung Bira, Bulukumba, Sulawesi Selatan. 

KLM berkapasitas 10 orang ini terbuat dari kayu dengan panjang 27,67 meter lebar 6,10 meter dengan kecepatan 7 knot dengan crew 6 orang yang dilengkapi dengan 5 kabin, terdiri 2 kabin utama dengan 1 tempat tidur, 1 kabin dengan 2 pasang tempat tidur dan 1 kamar dengan tempat tidur lower deck. 

Kapal juga dilengkapi peralatan snorkling, diving dan alat-alat memancing termasuk instruktur untuk mendukung kegiatan wisata bahari menikmati indahnya alam bawah laut.

Baca juga: Ada lonjakan arus mudik, namun tidak signifikan
Baca juga: 10 kapal Pelni siap hadapi mudik Lebaran
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar