Yayasan BaKTI batalkan Festival Forum KTI ke-9 di NTT

id forum KTI,Bhakti

Yayasan BaKTI batalkan Festival Forum KTI ke-9 di NTT

Ketua Pokja Forum KTI ,Prof. Winarni Monoarfa (kiri) hendak memukul gong pada pembukaan Festival Forum KTI ke-8. (ANTARA/HO-Istimewa)

Dengan berbagai pertimbangan, keputusan untuk menunda pelaksanaan Festival Forum KTI adalah bagian dari upaya memutuskan rantai penyebaran COVID-19,
Kupang (ANTARA) - Yayasan Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI), memutuskan menunda penyelengaraan Festival Forum KTI ke-9, yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2020 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) karena pertimbangan wabah COVID-19.

"Selaku penyelenggara kegiatan ini, dengan berat hati kami memutuskan penundaan ajang pertukaran pengetahuan ini," kata Ketua Pokja Forum KTI Prof. Winarni Monoarfa di Kupang, Selasa (28/4).

Dalam surat yang dikirim kepada ANTARA di Kupang, Winarni Monoarfa mengatakan, kesehatan dan keselamatan peserta, mitra, panitia, dan seluruh pihak yang terkait dalam penyelenggaran Fetival Forum KTI ini menjadi prioritas utama.

"Dengan berbagai pertimbangan, keputusan untuk menunda pelaksanaan Festival Forum KTI adalah bagian dari upaya memutuskan rantai penyebaran COVID-19," katanya.

Hal itu, katanya, sekaligus mendukung Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur(NTT), dalam upaya menjaga kesehatan dan keamanan masyarakat di masa pandemi.

Baca juga: Menkominfo Jhony Plate tinjau akses internet BAKTI di NTT


Festival Forum KTI merupakan perayaan inovasi dan capaian pembangunan di Kawasan Timur Indonesia.

Tujuan Festival Forum KTI adalah berbagi solusi pembangunan, khususnya praktik cerdas dan pembelajaran dari berbagai kegiatan dan program pembangunan yang dilaksanakan di berbagai daerah di Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua.

Yayasan BaKTI dan Forum Kawasan Timur Indonesia sangat berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT dan kepada berbagai pihak atas antusiasme yang telah diberikan pada Festival Forum Kawasan Timur Indonesia, sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dari penundaan kegiatan ini.

"Kesehatan, keamanan, dan kenyamanan para peserta Festival Forum Kawasan Timur Indonesia, para pendukung dan mitra pelaksana acara, serta rekan-rekan panitia penyelenggara adalah kepentingan yang kami utamakan dalam mengambil keputusan penundaan Festival yang telah lama dinantikan ini," katanya.

Apabila situasi telah kembali normal sepenuhnya, Festival Forum kawsan Timur Indonesia diharapkan dapat diadakan kembali pada waktu yang akan ditentukan kemudian dan lokasi penyelenggaraan tetap di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

"Bersama ini kami tetap memohon dukungan dan arahan dari gubernur dan jajaran Pemerintah Provinsi NTT untuk keberlangsungan Festival Forum Kawasan Timur Indonesia yang akan datang," katanya menambahkan.

Forum Kawasan Timur adalah sebuah jaringan para pelaku kunci pembangunan KTI yang setiap dua tahun mengadakan pertemuan untuk menampilkan berbagai praktik cerdas tingkat lokal dan memberi ruang untuk berbagai jenis interaksi antarpelaku pembangunan KTI.

Pertemuan ini menjadi satu-satunya kesempatan bagi pelaku pembangunan dari berbagai sektor dan daerah berkumpul untuk saling belajar dan berdiskusi tentang isu dan solusi untuk pembangunan di kawasan timur Indonesia.

Baca juga: Orang asing diperbolehkan lakukan bakti sosial

Yayasan BaKTI (Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia) adalah sebuah organisasi yang berfokus pada pertukaran pengetahuan tentang program pembangunan di kawasan timur Indonesia.

BaKTI bekerja melalui jaringan, media dan event pertukaran pengetahuan untuk mendukung kerja para stakeholder pembangunan agar lebih efektif.

BaKTI juga menjadi sekretariat Forum Kawasan Timur Indonesia dan memfasilitasi aktivitas pertukaran pengetahuan seperti pertemuan Forum Kawasan Timur Indonesia, diskusi regional dan, sub jaringan di bawah Forum Kawasan Timur Indonesia.