NTT prioritaskan pemulihan ekonomi lewat pembangunan sektoral

id NTT,Sekda NTT,Pemulihan ekonomi

NTT prioritaskan pemulihan ekonomi lewat pembangunan sektoral

Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur Benediktus Polo Maing (kanan) saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kupang, Rabu (27/1/2021). (ANTARA/Aloysius Lewokeda)

Tidak hanya pemulihan ekonomi, pemerintah provinsi juga terus bekerja menangani dampak COVID-19 secara komprehensif
Kupang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur memprioritaskan langkah pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi COVID-19 lewat pembangunan secara sektoral di berbagai bidang, kata Sekretaris Daerah NTT Benediktus Polo Maing.

"Langkah pemulihan ekonomi yang kita utamakan diarahkan pada kegiatan pembangunan di sektor-sektor seperti pertanian, peternakan, kelautan dan perikanan, dan lainnya," katanya di Kupang, Kamis, (28/1).

Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan langkah kebijakan yang dilakukan pemerintah Provinsi NTT pada 2021 ini dalam rangka memulihkan perekonomian dari dampak pandemi COVID-19.

Pemulihan ekonomi yang dilakukan pemeirntah provinsi tidak dengan cara menyalurkan bantuan orang per orang dalam kaitan dengan urusan ekonomi mikro.

Bantuan untuk orang per orang, lanjut dia, sudah ada dari pos-pos secara nasional yang disediakan pemerintah pusat sehingga pemerintah provinsi mengintervensi melalui kegiatan padat karya pembangunan di berbagai sektor.

Baca juga: Pemprov NTT minta pemda aktifkan posko siaga bencana

"Langkah ini untuk memastikan agar sektor-sektor penopang perekonomian di NTT tidak mati ketika badai pandemi COVID-19 ini berlalu," katanya.

Tidak hanya pemulihan ekonomi, pemerintah provinsi juga terus bekerja menangani dampak COVID-19 secara komprehensif.

Baca juga: Sekda : NTT belum berencana terapkan PSBB

"Termasuk di antaranya juga penanganan untuk kesehatan, sosial yang dilakukan melalui bantuan sosial, dan sebagainya," kata Benediktus yang juga menjabat Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 NTT.
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar