Ratusan rumah warga terdampak Seroja dibangun di Kota Kupang

id Seroja NTT,Bencana NTT

Ratusan rumah warga terdampak Seroja dibangun di Kota Kupang

Rumah warga Kelurahan Oebufu, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami rusak berat akibat tertimpa longsir saat bencana alam badai siklon tropis seroja pada Minggu (4/4) lalu. (ANTARA/ Benny Jahang)

Tim dari Kementerian PUPR sudah turun dan melihat lokasi yang menjadi tempat relokasi bagi korban bencana alam badai siklon tropis seroja,"
Kupang (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumah Rakyat (PUPR) segera membangun 530 unit rumah bagi warga yang terdampak bencana alam badai siklon tropis Seroja di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur.

"Tim dari Kementerian PUPR sudah turun dan melihat lokasi yang menjadi tempat relokasi bagi korban bencana alam badai siklon tropis seroja," kata Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore di Kupang, Kamis.

Dia mengatakan, rumah yang dibangun oleh pemerintah pusat itu sebanyak 530 unit dengan rumah tipe 36 dengan luas tanah 108 meter persegi.

Baca juga: Bandara El Tari dirikan posko awasi pemudik selama larangan mudik



Jefri mengatakan tidak mengetahui secara persis alokasi anggaran untuk pembangunan 530 unit rumah karena hal itu menjadi urusan Kementerian PUPR.

"Kami tidak mengetahui berapa alokasi anggarannya karena menjadi urusan pemerintah pusat. Pemerintah Kota Kupang hanya menyiapkan lokasinya saja." katanya.

Baca juga: Relokasi korban bencana Seroja di Kota Kupang dalam satu lokasi

Jefri mengatakan, Pemerintah Kota Kupang menyiapkan lahan seluas 12 hektare di Kampung Naituna RT20/RW 08, Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak sebagai tempat relokasi bagi warga terdampak bencana siklon tropis seroja.

Menurut dia, lahan yang disiapkan untuk pembangunan 530 unit rumah itu seluas 10 hektare dari 12 hektare lebih tanah milik pemerintah Kota Kupang.

Ia berharap proses pembangunan 530 unit rumah itu segera dilakukan sehingga warga yang terdampak bencana alam sehingga rumahnya hilang setelah tertimpa longsor dan banjir bandang bisa segera menempati rumah yang dibangun pemerintah pusat itu.



 
Pewarta :
Editor: Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar