Lembata tutup akses laut setelah Flores Timur zona coklat COVID-19

id COVID, Lembata, Flores Timur,NTT

Lembata tutup akses laut setelah Flores Timur zona coklat COVID-19

Petugas medis unit pelaksana teknis (UPT) Laboratorium Kesehatan Nusa Tenggara Timur mengambil sampel darah warga untuk dilakukan pemeriksaan menggunakan alat tes cepat COVID-19 di Kupang, NTT, Selasa (2/6/2020). ANTARA FOTO/Kornelis Kaha.

...Saya sudah keluarkan surat edaran dan penutupan akses transportasi jalur laut ini dari Flores Timur ke Kabupaten Lembata terhitung mulai Minggu (27/6) sampai dengan 14 Juli 2021
Kupang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lembata menutup sementara akses transportasi laut dari Flores Timur yang kini kembali menjadi daerah zona coklat COVID-19 dengan jumlah pasien positif mencapai 288 orang per 24 Juni 2021.

"Saya sudah keluarkan surat edaran dan penutupan akses transportasi jalur laut ini dari Flores Timur ke Kabupaten Lembata yang akan terhitung dari Minggu (27/6) sampai dengan 14 Juli 2021," kata Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur kepada ANTARA saat dihubungi dari Kupang, Jumat, (25/6).

Kasus COVID-19 di Kabupaten Flores Timur dalam sepekan terakhirmeningkat tajam. Pada Rabu (23/6) jumlah pasien COVID-19 yang masih dirawat mencapai 206 orang, sementara pada Kamis (24/6) ada tambahan 82 orang positif, sehingga kini sudah mencapai 288 orang.

Penutupan akses transportasi laut ini dilakukan, ujar dia, dalam rangka mencegah penyebaran COVID-19 di Kabupaten Lembata yang kini sudah masuk dalam zona hijau.

Eliaser menjelaskan bahwa selama ini jalur transportasi dari Lembata ke Fores Timur dan sebaliknya sudah berjalan dengan baik, setelah kasus COVID-19 di kedua kabupaten itu terus menurun.

"Tetapi melihat tren dalam sepekan ini yang kasusnya naik hampir 100 persen (di Flores Timur) itu membuat kami menutup jalur laut dari Flores Timur," ujar dia.

Meskipun demikian, ujar dia, untuk kapal pengangkut BBM dan kapal pengangkut logistik tetap beroperasi seperti biasa, tanpa mengangkut penumpang.

Sementara itu untuk kapal feri dan kapal perintis dari luar Flores Timur tetap diizinkan berlayar dan masuk ke kabupaten itu, dengan ketentuan para penumpang yang masuk ke Lembata wajib menunjukan hasil bebas COVID-19 dengan tes antigen atau tes PCR.

Baca juga: BPOLBF harapkan Lembata tampilkan potensi wisata tematik

Kemudian, ujar orang nomor satu di Pemkab Lembata itu, pelaku perjalanan dengan keperluan mendesak untuk kepentingan pekerjaan atau perjalanan dinas, rujukan pasien, kunjungan keluarga sakit, ibu hamil juga tetap diizinkan masuk tetapi wajib memiliki hasi tes bebas COVID-19.

Baca juga: Progres vaksinasi COVID-19 lansia Lembata terendah di NTT

"Semua yang masuk ke Lembata dari luar daerah, selain Flores Timur, tetap diizinkan masuk, tetapi wajib miliki hasil bebas COVID-19 dengan tes antigen," ujar dia.
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar