Kemenkominfo akan membangun 59 BTS 4G di Sikka dorong ekosistem digital

id kominfo,bts,ntt,kemenkominfo

Kemenkominfo akan membangun 59 BTS 4G di Sikka dorong ekosistem digital

Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika JH Phillip Gobang ANTARA/Bernadus Tokan

...Ada 59 tower BTS 4G yang akan dibangun untuk mengatasi kebutuhan akses telekomunikasi dan internet di wilayah Kabupaten Sikka yang masih mengalami blank spot atau tidak adanya sinyal komunikasi seluler maupun jaringan internet
Kota Kupang (ANTARA) - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akan membangun 59 menara Base Transceiver Station (BTS) 4G di 59 titik di wilayah Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk mendorong pengembangan ekosistem digital bagi kepentingan sosial-ekonomi masyarakat setempat.

"Ada 59 tower BTS 4G yang akan dibangun untuk mengatasi kebutuhan akses telekomunikasi dan internet di wilayah Kabupaten Sikka yang masih mengalami blank spot atau tidak adanya sinyal komunikasi seluler maupun jaringan internet," kata Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika JH Phillip Gobang, Senin melalui pesan WhatsAAp.

Menara BTS merupakan suatu infrastruktur telekomunikasi yang memfasilitasi komunikasi nirkabel antara perangkat komunikasi dan jaringan operator.

Dalam kunjungan kerja ke Kupang beberapa waktu lalu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengatakan, pemerintah segera melakukan percepatan pembangunan BTS di seluruh wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

Khusus di Provinsi NTT akan dibangun 421 BTS 4G yang tersebar di 16 kabupaten dan ditargetkan rampung pada  2022.

Dalam skema wilayah 3T yang mencakup daerah-daerah blank spot, pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan jaringan internet langsung ditangani oleh Kemenkominfo melalui BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi).

Sedangkan untuk wilayah non 3T atau wilayah komersial, infrastruktur digitalnya dibangun oleh operator seluler atau provider, seperti PT. Telekomunikasi Selular (Telkomsel), PT. Indosat, PT. XL Axiata (XL), PT. Hutchison 3 Indonesia (Tri) dan PT. Smartfren.

Kabupaten Sikka tidak termasuk dalam 16 kabupaten yang berkategori 3T. Namun faktanya, masih banyak wilayah desa yang mengalami blank spot. Termasuk desa-desa yang berpotensi dikembangkan menjadi desa wisata atau berpeluang memajukan UMKM lokal.

Oleh karenanya, Philip Gobang mengatakan, Kemkominfo mengajukan inisiasi skema optimalisasi operator seluler dan bekerja sama dengan para operator seluler yang membangun infrastruktur digital.

"Nantinya, 59 tower BTS 4G itu dibangun oleh operator seluler atau provider untuk memastikan tersedianya akses telekomunikasi dan jaringan internet sampai ke desa-desa," ujar Philip Gobang yang juga peneliti senior CIS School of Innovation ini.

Ia mengharapkan partisipasi Pemda Sikka dan dinas terkait dalam memperlancar proses izin penggunaan lahan untuk lokasi BTS di desa, serta berinisiatif menumbuhkan UMKM dengan memanfaatkan akses digital atau jaringan internet yang telah tersedia.

Menurut dia, penentuan 59 titik lokasi BTS tersebut berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh tim teknis Kemkominfo dan Opsel/Provider.

Diharapkan pembangunannya selesai pada akhir 2021 atau selambatnya pada semester pertama 2022 dengan mempertimbangkan kondisi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di beberapa daerah.

Lokasi BTS

Phillip Gobang menyebutkan, 59 lokasi BTS 4G itu berada di desa-desa yang tersebar di 13 kecamatan.

"Di Kecamatan Alok Timur sebanyak 3 desa, Kecamatan Alok ada 1 desa, Kecamatan Doreng 6 desa, Kecamatan Magepanda 2 desa, Kecamatan Mapitara 4 desa, Kecamatan Mego 7 desa, dan Kecamatan Nita ada 1 desa," ungkapnya.

Kemudian di Kecamatan Paga sebanyak 4 desa, Kecamatan Palue 8 desa, Kecamatan Talibura 7 desa, Kecamatan Tana Wawo 8 desa, Kecamatan Waiblama 6 desa, dan Kecamatan Waigete ada 2 desa.

Phillip Gobang menambahkan, pembangunan infrastuktur jaringan internet tersebut diharapkan dapat berdampak secara luas bagi masyarakat di bidang pendidikan, pelayanan kesehatan dan pertumbuhan ekonomi desa berbasis digital.

"Supaya masyarakat dapat memanfaatkan akses telekomunikasi dan jaringan internet yang tersedia di desa-desa secara positif, ekonomis dan produktif," katanya.

Baca juga: Percepatan transformasi digital jadi program prioritas

Baca juga: Kominfo targetkan 200 ribu warga NTT terliterasi digital
 
Pewarta :
Editor: Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2021