DKP NTT salurkan 20.000 ekor benih Nila

id Nila

Bibit ikan nila sebanyak 20.000 ekor siap dibagikan kepada kelompok masyarakat penerima manfaat. (ANTARA Foto/dok)

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Nusa Tenggara Timur menyalurkan 20.000 ekor benih ikan nila untuk dibudidayakan kelompok warga di Kota Kupang.
Kupang (AntaraNews NTT) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Nusa Tenggara Timur menyalurkan 20.000 ekor benih ikan nila untuk dibudidayakan kelompok warga di Kota Kupang.

"Ribuan ekor benih ini disalurkan untuk mendukung budidaya perikanan di darat dengan memanfaatakan Embung Nunupase, di Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak," kata Kepala Seksi Perikanan Tangkap DKP NTT Siprianus Seru di Kupang, Rabu.

Ia mengatakan, Embung Nunupase dengan luas sekitar 2.000 meter persegi itu selama ini masih hanya dimanfaatkan warga sebagai sumber irigasi pertanian.

Untuk itu, lanjutnya, penyaluran bantuan benih itu untuk menghadirkan sumber usaha lain bagi warga setempat melalui budi daya perikanan di darat. 
Hasil budi daya nantinya akan dimanfaatkan kelompok warga penerima manfaat, baik untuk mendukung konsumsi rumah tangga maupun dipasarkan.

Baca juga: Perlu Budidaya Umpan di Darat
Baca juga: Pemerintah Didorong Kembangkan Perikanan Darat

 
Budidaya ikan nila


"Kelompok warga setempat yang akan mengelola budi daya ini dan kami akan lakukan pendampingan sesuai kebutuhan," katanya dan menambahkan pihaknya akan menebarkan benih nila tersebut bersama masyarakat penerima manfaat pada Jumat (23/3).

Ia menambahkan, pihaknya terus mendorong pemerintah kabupaten/kota membudidayakan perikanan darat guna mengatasi kekurangan pasokan perikanan tangkap pada saat kondisi cuaca buruk atau musim barat tiba.

Untuk itu, DKP menyediakan benih budi daya ikan darat yang siap disalurkan melalui balai benih sesuai dengan permintaan setiap daerah. "Budi daya ikan darat ini selain menjadi sumber pendapatan masyarakat, juga bisa membantu pasokan ikan-ikan umpan untuk para nelayan perikanan tangkap saat musim barat yang menyebabkan pasokan umpan melemah," katanya.
Baca juga: Malaka Dominasi Budidaya Perikanan Tambak
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar