Pemerintah Kota Kupang Distribusikan 122.632 KTP Elektronik

id e-ktp kota kupang

Kupang (Antara NTT) - Pemerintah Kota Kupang telah mendistribusikan 122.632 Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) ke enam wilayah kecamatan untuk dibagikan kepada masyarakat di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur ini.

"Untuk KTP Elektronik, kami sudah distribusikan lebih dari 122 ribu E-KTP ke enam wilayah kecamatan untuk dibagikan. Mereka ini sudah melakukan perekaman data E-KTP beberapa waktu lalu," kata Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Kupang Daud Djirah di Kupang, Senin, terkait perkembangan pelaksanaan perekaman E-KTP.

Wilayah Kecamatan Kelapa Lima didistribusikan sebanyak 19.143 lembar KTP Elektronik, Kecamatan Oebobo sebanyak 24.629 lembar, Kecamatan Kota Lama sebanyak 10.842 lembar, Kecamatan Kota Raja sebanyak 18.775 lembar, Kecamatan Alak sebanyak 19.972, dan Kecamatan Maulafa sebanyak 29.270 lembar KTP Elektronik.

Selain jumlah E-KTP yang sudah dibagi ke enam kecamatan tersebut, saat ini masih ada 39.000 KTP untuk masyarakat Kota Kupang yang telah selesai dibuat.

Ia menambahkan, KTP tersebut belum bisa dikirim untuk didistribusikan karena masih dalam proses verifikasi.

"Setelah proses verifikasi dilakukan baru akan dikirim untuk dibagikan kepada masyarakat," katanya.

Dia menjelaskan, sesuai dengan mekanisme, proses pengambilan KTP Elektronik sama dengan waktu proses perekaman data.

Bagi warga yang hendak mengambil KTP Elektronik harus menyertakan kartu kepala keluarga (KK) dan KTP yang lama, katanya.

Dia berharap, dalam bulan Oktober ini, semua penduduk wajib KTP bisa terekam sesuai dengan target yang diberikan Kementerian Dalam Negeri.

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi saat berkunjung ke Kupang akhir pekan ini, meminta wali kota dan para bupati di Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk memaksimalkan pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP) di daerah itu.

"Saya minta wali kota dan para bupati supaya tolong memaksimalkan pembuatan E-KTP di daerah masing-masing sebelum musim hujan tiba atau paling lambat akhir Oktober mendatang," kata Mendagri Gamawan Fauz.