Kupang (ANTARA) - Wali Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur melaunching tenun ikat dengan motif bunga Sepe sebagai tenun khas tradisional Kota Kupang, Senin (15/8) malam.
"Tenun ikat tradisional Sepe menjadi kain tenun tradisional Kota Kupang dan menjadi icon daerah ini," kata Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore saat melaunching tenun Sepe sebagai tenun khas Kota Kupang di Kupang, Senin, malam.
Ia mengatakan tenun tradisional Sepe yang merupakan tenun yang didesain atas gagasan Ketua Dekranasda Kota Kupang,Ny. Hilda Manafe Riwu Kore telah mendapat Hak Kekayaan Intelektual dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) atas produksi kain tenun ikat bermotif sepe.
Dekranasda Kota Kupang mulai memproduksi Tenun ikat tradisional Sepe sejak tahun 2019 dan memperoleh hak kekayaan intelektual dari Kemenkumham pada 2021.
Menurut dia kehadiran tenun ikat dengan motif bunga Sepe maka Kota Kupang telah memiliki tenun ikat tradisional sendiri seperti halnya daerah-daerah lain di NTT.
"Tenun tradisional Sepe ini merupakan karya cemerlang Dekranasda Kota Kupang sehingga daerah ini memiliki tenun ikat tradisional sendiri seperti daerah lain di NTT," kata Jefri Riwu Kore.
Ia mengatakan apabila Kabupaten Rote Ndao, Sabu Raijua, Manggarai, Ende dan daerah lainnya memiliki icon kain tenun ikat tradisional sendiri maka saat ini Kota Kupang telah memiliki tenun tradisional khas Kota Kupang.
Jefri Riwu Kore mengatakan hingga tahun 2017 Kota Kupang belum memiliki icon tenun ikat tradisional seperti halnya dimiliki Kabupaten lain di NTT.
Namun melalui kerja keras Dekranasda Kota Kupang sehingga daerah ini mampu memiliki icon kain tenun ikat tradisional sendiri.
Jefri Riwu Kore berharap para aparatur sipil negara di Kota Kupang terus mempromosikan tenun tradisional Sepe sebagai kebanggan daerah ini.
"Apabila semakin banyak warga yang menggunakan tenun ikat tradisional Sepe tentu sangat membantu para pengerajin tenun tradisional di Kota Kupang sehingga pendapatan ekonomi masyarakat meningkat," kata Jefri Riwu Kore dalam kegiatan yang dihadiri Sekda Kota Kupang, Fahrensy P. Funay serta para camat, lurah dan warga Kota Kupang.
Baca juga: Gubernur NTT dorong setiap pemda tingkatkan pemakaian tenun ikat
Baca juga: Dekranasda NTT dorong penenun bermental wirausaha

