Pemerintah prioritaskan keamanan peserta IMF-WB

id PARIWISATA

Pesona Labuan Bajo, salah satu destinasi wisata unggulan di Flores Barat, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. (ANTARA Foto/dok)

Pemerintah memberi prioritas terhadap keamanan delegasi Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia (IMF-WB) saat berlibur di Labuan Bajo maupun Taman Nasional Komodo (TNK) di Flores Barat, Nusa Tenggara Timur.
Kupang (AntaraNews NTT) - Pemerintah memberi prioritas terhadap keamanan delegasi Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia (IMF-WB) saat berlibur di Labuan Bajo maupun Taman Nasional Komodo (TNK) di Flores Barat, Nusa Tenggara Timur.

“Pemerintah pusat, pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten di Manggarai Barat telah melakukan berbagai persiapan untuk menanti kunjungan peserta IMF-WB," kata Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur Marius Ardu Jelamu di Kupang, Kamis (18/10).  

Marius mengatakan Polda Nusa Tenggara Timur akan mengerahkan 100 personel untuk pengamanan para delegasi IMF-WB saat berlibur di Labuan Bajo dan Komodo.

"Mabes Polri juga mengirim sekitar 30-40 personelnya untuk membantu mengamankan para delegasi selama berada di Labuan Bajo dan Komodo," katanya.

Ia menambahkan para petugas keamanan dari Mabes Polri dan Polda NTT sudah diterjunkan sejak seminggu yang lalu, sebelum kedatangan para delegasi dari IMF-WB yang baru saja menyelesaikan pertemuan tahunan di Nusa Dua, Bali.

Marius menambahkan sekitar 100 wisatawan asal China yang merupakan bagian dari delegasi IMF-WB berencana akan segera berkunjung ke Labuan Bajo dan Komodo. 

Baca juga: China dominasi kunjungan ke Labuan Bajo
Baca juga: Labuan Bajo siap sambut tamu IMF-WB


Ia berharap agar para wisatawan tidak hanya berkunjung ke Labuan Bajo dan Komodo, tetapi juga objek wisata lainnya di Pulau Flores, Sumba, Alor, Lembata, Rote dan Sabu.

"Kami berharap agar semua destinasi wisata yang ada di NTT bisa dikunjungi oleh para wisatawan, agar dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar