Kupang (AntaraNewsNTT) - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur Dominikus Minggu mengatakan pihaknya melakukan sejumlah upaya menganstisipasi munculnya penyakit-penyakit berbasis lingkungan pada saat memasuki musim hujan.
"Terutama upaya kami untuk mencegah penyakit yang merupakan kejadian luar biasa seperti demam berdarah, infeksi saluran pernapasan atas, malaria, maupun lainnya," katanya kepada wartawan di Kupang, Senin (12/11).
Ia mengatakan, secara epidemiologi sudah ada pola penanganan penyakit yang muncul di awal musim penghujan yang dilakukan para petugas lapangan setiap tahun.
Menurutnya, upaya itu penting mengingat pada awal musim hujan terjadi perkembangbiakan nyamuk cukup cepat dan padat.
Terutama melalui media-media yang menjadi tempat nyamuk berkembangbiak seperti sampah, barang bekas, botol minuman, termasuk genangan air, di lingkungan permukiman.
Untuk itu, katanya, berbagai kegiatan terkait kebersihan lingkungan terus digalakkan para petugas lapangan bersama warga sebagai langkah antisipasi.
Baca juga: Masyarakat Diimbau Waspadai Penyakit Pancaroba
"Kalau di DBD itu ada gerakan 3M (menutup, menguras, dan mengubur) harus sudah dimulai dari sekarang," katanya.
Lebih lanjut, Dominikus mengatakan biasanya pada awal musim hujan kualitas air sumur maupun sumber air minum lainnya juga ada yang kurang baik.
Dia mengatakan, para petugas kesehatan di lapangan juga harus melakukan pemberian kaporisasi agar tidak ada kejadian luar biasa terkait penyakit diare.
"Tentu diharapkan upaya pencegahan secara masif dari setiap keluarga agar terhindar dari penyakit berbasis lingkungan seperti ini," katanya.