Senin, 25 September 2017

NTT Siap Ekspor Ikan ke Australia

id ikan
NTT Siap Ekspor Ikan ke Australia
Potensi ikan tuna di Nusa Tenggara Timur
NTT sudah siap mengekspor ikan ke Australia menyambut rencana pembukaan layanan penerbangan langsung Kupang-Darwin, Australia Utara.
Kupang (Antara NTT) - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Nusa Tenggara Timur Ganef Wurgiyanto mengatakan NTT sudah siap mengekspor ikan ke Australia menyambut rencana pembukaan layanan penerbangan langsung Kupang-Darwin, Australia Utara.

"Ekspor ikan siap dilakukan menyambut rencana pembukaan penerbangan langsung Kupang-Darwin yang disampaikan Menteri Perhubungan beberapa waktu lalu," kata Ganef Wurgiyanto saat dihubungi Antara di Kupang, Kamis.

Mantan Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP NTT itu megapresiasi rencana pembukaan layanan penerbangan langsung Kupang-Darwin tersebut karena diyakini akan berdampak besar bagi pengembangan sektor perikanan maupun pariwisata di provinsi selaksa nusa itu.

Di sektor perikanan, lanjutnya, layanan penerbangan langsung itu memungkinkan hasil-hasil perikanan dapat dipasarkan atau ekspor ke Australia.

Ia menyebut sejumlah potensi hasil perikanan yang siap dipasarkan ke luar negeri atau pun dalam daerah seperti tuna, cakalang, plagias besar dan kecil, serta ikan dasar.

"Untuk itu, menyambut kehadiran layanan penerbangan ini bapak gubernur juga telah memerintahkan kami untuk berkoordinasi menyiapkan kuota perikanan yang dikirim ke luar NTT baik ekspor maupun untuk memenuhi kebutuhan domestik," katanya.

Ganef mengatakan, langkah pertama yang dipersiapkan yakni berkoordinasi dengan pihak Angkasa Pura I Bandara El Tari Kupang untuk memfasilitasi pihak pengusaha perikanan dan maskapai untuk membicarakan terkait jumlah kuota pengiriman

"Nanti kami lihat dulu berapa ton kuota ikan yang bisa dikirim setiap hari, baru kami sesuaikan dengan hasil-hasilnya," katanya.

"Sehingga nanti kuota untuk masing-masing pengusaha perikanan juga akan dibagi lagi sesuai dengan besaran kuota yang dikirim sehingga sesuai permintaan," katanya.

Ia berharap pembukaan rute penerbangan Kupang ke Dili dan Darwin yang sempat ramai pada era 1990 itu dapat segera terealisasi sehingga hasil-hasil perikanan bisa dipasarkan secara cepat.

"Kalau dari sisi potensi hasil perikanan kami sudah siap, tinggal penerbangan langsung ini terwujud sehingga pasarnya bisa di ekspor langsung ke Australia karena selama ini aktivitas ekspor masih melalui Surabaya, Jawa Timur," katanya.

Editor: Laurensius Molan

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga