DPRD: Selesaikan masalah lahan di Kellaba Madja

id Kellaba Madja

DPRD: Selesaikan masalah lahan di Kellaba Madja

Wakil Bupati Sabu Raijua Nikodemus Rihi Heke (kiri) bersama Sekretaris Dinas Pariwisata Provinsi NTT, Welly Rohimone (kanan) usai menerima penghargaan dari Kemenpar di Jakarta dalam Anugerah Pesona Indonesia 2018. (ANTARA Foto/istimewa)

"Kami pada prinsipnya mendukung upaya penyelesaian tersebut, bahkan siap mengalokasikan anggaran dalam jumlah besar pada 2019 untuk penataan objek wisata Kellaba Maja," kata Paulus Tuka.
Kupang (ANTARA News NTT) - Ketua DPRD Sabu Raijua Paulus Tuka meminta pemerintahan Wakil Bupati Nikodemus Rihi Heke untuk segera menyelesaikan masalah lahan di sekitar kawasan wisata Kellaba Madja agar secepatnya dilakukan penataan.

"Kami pada prinsipnya mendukung upaya penyelesaian tersebut, bahkan siap mengalokasikan anggaran dalam jumlah besar pada 2019 untuk penataan objek wisata Kellaba Maja," katanya kepada Antara ketika dihubungi dari Kupang, NTT, Jumat (30/11).

Namun, kata Tuka, pemerintahan Nikodemus tampaknya belum bersedia karena alasan lokasinya masih bermasalah, padahal DPRD Sabu Raijua secara kelembagaan meminta supaya segera diselesaikan.

Ia menegaskan DPRD Sabu Raijua pada prinsipnya mendukung pengembangan destinasi wisata Kellaba Madja, yang telah ditetapkan sebagai destinasi wisata terbaik untuk kategori Surga Tersembunyi Terpopuler.

Destinasi wisata Kellaba Madja di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur berhasil manyabet penghargaan Anugerah Pesona Indonesia (API) tahun 2018.

"Dari tujuh kategori di NTT yang masuk dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) tahun 2018, hanya satu kategori yang mendapatkan penghargaan yakni Kellaba Madja di Kabupaten Sabu Raijua," kata Sekretaris Dinas Pariwisata NTT, Welly Rohi Mone.

Baca juga: Wisatawan diharapkan berhati-hati saat ke Kellaba Maja

Menurut dia, setelah menerima penghargaan dari Kementerian Pariwisata, pihaknya sudah beberapa kali menggelar pertemuan internal dengan anggota DPRD untuk membahas rencana pengembangan lokasi wisata itu.

Namun, ada keberatan dari masyarakat yang mengklaim lokasi itu sebagai tanah hak ulayat, sehingga pemerintah masih belum berani melakukan penataan.

Dia berharap, masalah lokasi ini bisa segera diselesaikan agar pemerintah bisa memulai penataan di kawasan wisata yang berdinding ungu itu. Paling tidak, ada pembuatan tangga-tangga di sekeliling kawasan itu untuk dilalui pengunjung.

"Kalau dibiarkan, lama kelamaan, susunan batu-batuan itu bisa tercecer dan itu akan merusak nilai keasliannya," kata Paulus Tuka.

Baca juga: Kellaba Maja, juara I API 2018
Obyek wisata Kelabba Maja di Pulau Sabu, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur masuk dalam nominasi Anugerah Pariwisata Indonesia (API) 2018. (ANTARA Foto/istimewa)
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar