Artikel - Komunikasi Xi-Zelenskyy beri secercah optimisme untuk perdamaian

id china ukraina,xi jinping,volodymyr zelenskyy,konflik rusia ukraina,perdamaian,china,ukraina,Artikel perang Oleh M Razi Rahman

Artikel - Komunikasi Xi-Zelenskyy beri secercah optimisme untuk perdamaian

Foto dokumen menunjukkan Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (kanan). (Xinhua)

Tentu saja, komunikasi Brezhnev-Mao berada di era yang berbeda dan tidak bisa disamakan dengan komunikasi Xi-Zelenskyy yang terjadi saat ini...
Dilihat dari catatan sejarah, terakhir kali dunia menyoroti komunikasi antara dua orang nomor satu di China dan Ukraina, barangkali adalah komunikasi yang pernah dilakukan antara Sekjen Partai Komunis Uni Soviet, Leonid Brezhnev (yang beretnis Ukraina), dengan pemimpin China Mao Zedong, pada 1960-an.

Ketika itu, Brezhnev malah mengkritik kebijakan Mao dengan Revolusi Kebudayaan yang merusak China dari dalam, sedangkan Mao menyatakan bahwa Brezhnev sama saja dengan pendahulunya, Nikita Krushcev, yang tidak disukai oleh Mao.

Alih-alih mempererat kerja sama, upaya komunikasi jajaran pemerintahan Brezhnev dan Mao malah mengakibatkan terjadinya fenomena perpecahan China-Soviet.

Tentu saja, komunikasi Brezhnev-Mao berada di era yang berbeda dan tidak bisa disamakan dengan komunikasi Xi-Zelenskyy yang terjadi saat ini.

Namun, komunikasi antara kedua kepala negara tersebut pada saat ini juga dinilai masih belum bisa menghentikan agresi di medan pertempuran.

Seperti diketahui, Rusia sekarang ini masih ditemukan menembakkan rudal ke berbagai kota di wilayah Ukraina, seperti yang terjadi pada Jumat (28/4) dini hari yang mengakibatkan sedikitnya 17 warga tewas karena serangan udara tersebut.

Baca juga: Telaah - Memandang kerusuhan Sumgayit 1988

Di lain pihak, pemerintah Ukraina menyatakan sedang menyelesaikan persiapan untuk melakukan serangan balik melawan pasukan Rusia yang telah lama bercokol di berbagai wilayah Ukraina.

Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov pada Jumat mengatakan antara lain bila kondisi cuaca memungkinkan serta ada keputusan dari komandan tempur, maka serangan balik akan dilakukan.

Baca juga: Artikel - Polemik militer swasta dalam serangan Rusia ke Ukraina

Namun, tentu saja komunikasi antara Presiden China dan Presiden Ukraina tidak bisa disepelekan begitu saja.

Hal ini karena komunikasi antara keduanya berarti masih ada setitik optimisme untuk kemauan melaksanakan perdamaian, meski hanya secercah.





Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Komunikasi Xi-Zelenskyy berikan secercah optimisme untuk perdamaian