Jangan ragukan netralitas TNI dalam Pemilu 2019

id Danrem

Danrem 161/Wirasakti Kupang Brigjen TNI Syaiful Rahman. (ANTARA Foto/Kornelis Kaha).

Danrem 161/Wirasakti Kupang, Brigjen TNI Syaiful Rahman menegaskan netralitas TNI dalam Pemilu 2019 adalah harga mati, sehingga tidak perlu diragukan lagi.
Kupang (ANTARA News NTT) - Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang, Nusa Tenggara Timur Brigjen TNI Syaiful Rahman menegaskan netralitas TNI dalam Pemilu 2019 adalah harga mati, sehingga tidak perlu diragukan lagi.

"Saya mau tegaskan kembali bahwa jangan lagi ada keraguan terkait dengan netralitas TNI dalam Pemilu 2019. Itu sudah harga mati, karena itu sudah menjadi komitmen kami," katanya kepada wartawan di Kupang, Jumat (8/2).

Hal ini disampaikannya usai memimpin apel penutupan Simulasi Pengamanan Pemilu 2019 yang melibatkan personel dari Polda NTT di lapangan TNI AD Kuanino Kupang.

Jenderal berbintang satu itu menegaskan bahwa tugas TNI sebagai institusi militer adalah pengayom, pelindung dan menjamin keamanan masyarakat.

Hal tersebut merupakan tugas pokok TNI guna menjaga keamanan untuk tetap menjamin situasi tetap kondusif di Indonesia, khususnya di wilayah provinsi Nusa Tenggara Timur.

"Keamanan masyarakat adalah nomor satu. Jadi kami tidak ada memihak kubu manapun dan kami netral dalam Pemilu 2019 ini. Dalam UU juga, semuanya sudah jelas bahwa TNI tak boleh memihak pada salah satu kubu tertentu," ujarnya..

Dia mengaku semenjak menjabat sebagai Danrem 161/Wirasakti Kupang, dirinya sudah berpesan kepada seluruh prajuritnya agar tetap pada pendirian dan tidak terpengaruh dengan berbagai rayuan.

Baca juga: Netralitas TNI dalam pemilu adalah harga mati

Mantan Danrem 101/Antasari Banjarmasin itu mengharapkan agar tidak ada anggota yang terlibat dalam berbagai tindak pidana Pemilu.

"Sebab sudah ada konsekuensinya. Sebelum terjadi kami sudah memberikan penekanan kepada anggota," tuturnya.

Ia menjelaskan TNI punya rambu-rambu atau aturan yang tegas soal kasus yang berkaitan dengan tindak pidana dalam Pemilu.

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada semua pihak untuk melaporkan kepada dirinya, jika mengetahui ada anggota TNI yang terprovokasi dan melanggar prinsip netralitas.

Ia menegaskan netralitas TNI dalam menghadapi setiap pelaksanaan Pemilu tidak perlu diragukan lagi, karena sudah menjadi harga mati bagi setiap prajurit TNI.

"Apapun itu, kegiatan-kegiatan yang mungkin saja mengarah kepada ketidaknetralan TNI, tolong dikonfirmasi kepada saya," katanya menegaskan.

Baca juga: Brigjen TNI Syaiful Rahman resmi jadi Danrem Wirasakti
Baca juga: Pasukan TNI dikirim ke perbatasan RI-Timor Leste
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar