Kupang (Antara NTT) - Perang tanding antarwarga dua desa di Pulau Adonara yang meletus sejak Senin (1/10) masih terus berkecamuk, di mana warga Desa Lewonara terus melancarkan serangan ke Desa Lewobunga --desa yang sementara menempati kawasan yang sedang disengketakan--.
Danrem 161/Wirasakti Brigjen TNI Ferdinand Setiawan dan Kapolda Nusa Tenggara Timur Brigjen Polisi Ricky HP Sitohang, Jumat, terbang ke Larantuka selanjutnya menyeberang ke Pulau Adonara untuk memantau situasi keamanan di wilayah itu.
Danrem 161/Wirsakti Brigjen TNI Ferdinand Setiawan dalam percakapan dengan ANTARA sebelum bertolak ke Larantuka mengatakan, keberangkatannya bersama Kapolda NTT ke Larantuka bukan karena situasi keamanan di Pulau Adonara sangat genting.
"Situasi tidak genting. Sebagai pimpinan, kami ingin datang ke Adonara untuk berada ditengah-tengah anak buah kami yang sedang bertugas di Adonara. Kami ingin memberikan penguatan, motivasi dan semangat kepada anak-anak," katanya.
Menurut dia, jika pimpinan berada di tengah-tengah anak buah, mereka akan memiliki semangat baru dalam menjalankan tugas di lapangan.
Danrem belum menerima laporan mengenai adanya sejumlah warga yang terkena timah panas dari aparat keamanan saat terjadi penyerangan pada hari ke-empat Kamis (4/1) menjelang malam.
Danrem menambahkan, siap menambah pasukan TNI ke Adonara untuk membantu kepolisian dalam menangani konflik di Adonara jika diperlukan.
Saat ini kata dia, sudah ada dua satuan setingkat pleton (SSP) yang berada di Adonara untuk membantu Polisi dalam mengamankan situasi.
"Prinsipnya TNI siap berada dibelakang kepolisian. Kalau memang memerlukan tambahan anggota, TNI akan menggeser anggota dari Flores bagian tengah," tutur Danrem.
Sejak perang tanding meletus di Adonara, sejumlah warga mengalami luka-luka, baik karena terkena panah, senjata rakitan dan bom ikan.
Beberapa bangunan juga sudah dibakar massa, antara lain, dua rumah warga, dua gudang (satu gudang kopra dan gudang kosong) serta satu pos koperasi unit desa.

