Puluhan penderita AIDS di Kabupaten Kupang meninggal dunia

id aids

Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe (tengah) ketika membuka kegiatan pelatihan Training of Trainers (TOT)bagi warga peduli AIDS (WPA) di Kabupaten Kupang, Kamis (23/5). (ANTARA FOTO/Benny Jahang)

sebanyak 25 warga Kabupaten Kupang yang wilayah pemerintahannya berbatasan dengan Distrik Oecusse, Timor Leste, meninggal dunia akibat menderita penyakit HIV/AIDS.
Kupang (ANTARA) - Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe mengatakan sebanyak 25 warga Kabupaten Kupang yang wilayah pemerintahannya berbatasan dengan Distrik Oecusse, Timor Leste, meninggal dunia akibat menderita penyakit HIV/AIDS.

"Ada 25 orang warga Kabupaten Kupang yang meninggal dunia karena menderita HIV/AIDS. Ini sangat memprihatinkan," kata Jerry Manafe ketika membuka kegiatan pelatihan Training of Trainers (TOT) bagi warga peduli AIDS (WPA) di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Kamis (23/5).

Ia mengatakan jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Kupang tergolong tinggi sebagai mana data yang dipaparkan Komisi Penangulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Kupang sebanyak 276 penderita, dan telah menyebar secara sporadis di 24 kecamatan yang ada.

"Tidak ada lagi kecamatan di Kabupaten Kupang yang bebas dari penderita penyakit HIV/AIDS. Sungguh memprihatinkan," kata mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kupang itu.

Manafe mengatakan perlu ada upaya nyata dari pihak terkait bersama pemerintah untuk menanggulanginya guna meminimalisir jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Kupang.

Menurut dia, ada beberapa kecamatan di Kabupaten Kupang yang memiliki penderita HIV/AIDS terbanyak, yakni Kecamatan Kupang Tengah, Kupang Barat, Amarasi, Fatuleu, Amfoang Selatan dan Amabi Oefeto sehingga menjadi fokus pemerintah untuk melakukan upaya penanggulangan di daerah itu.

"Harus ada upaya penanggulangan yang dilakukan secara masif, mulai dari kabupaten hingga ke desa-desa untuk mengingatkan warga tentang bahaya penyakit HIV/AIDS. Berhenti melakukan melakukan hubungan seks di luar pasangan hidup," demikian Jerry Manafe.

Baca juga: NTT prioritaskan program pendidikan HIV/AIDS
Baca juga: Pemerintah perlu perhatikan masalah HIV/AIDS di NTT
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar