Kenapa akses jalan ke Napun Gete diblokir warga?

id Bendungan

Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka, Pulau Flores yang sedang dalam proses pembangunan. (ANTARA FOTO/HO-BWS NTT)

Ganti rugi lahan yang dijadikan sebagai kawasan pembangunan Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka, Pulau Flores, masih dalam proses.
Kupang (ANTARA) - Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara Timur (NTT), Agus Sosiawan mengatakan, ganti rugi lahan yang dijadikan sebagai kawasan pembangunan Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka, Pulau Flores, masih dalam proses.

"Tahapan proses ini penting untuk mendapatkan pengakuan atas hak kepemilikan tanah," kata Agus Sosiawan kepada ANTARA di Kupang, Selasa (10/9), terkait pemblokiran akses jalan menuju Bendungan Napun Gete oleh pemilik tanah dengan alasan belum ada ganti rugi.

"Iya mungkin ada yang tidak sabar dalam menunggu proses yang sedang berjalan, padahal proses itu penting bagi pengakuan hak," kata Agus Sosiawan.

Secara terpisah, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo meminta pemilik lahan Bendungan Napun Gete di Desa Ilin Medo, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, membuka kembali blokir jalan menuju bendungan.

Baca juga: Progres Bendungan Napun Gete sudah mencapai 65 persen

"Saya minta kepada pemilik lahan supaya lahan yang sudah dibebaskan jangan lagi diblokir karena akan ganggu pekerjaan," kata Fransiskus Roberto Diogo.

Dia menambahkan, utusan Balai Sungai Wilayah NTT, telah menemuinya untuk menjelaskan pelaksanaan ganti rugi lahan. Proses pembayaran menjadi kewajiban pemerintah pusat sedang diselesaikan.

"Proses keuangan harus dilakukan oleh apraisal. Saat ini pekerjaan mereka sudah final. Pembayaran keuangan harus dilakukan secara tepat tidak muncul masalah di kemudian hari," katanya menjelaskan.

Menurut dia, kewajiban pemerintah Kabupaten Sikka membayar ganti rugi sudah selesai. Uang belum dibayar saat ini, adalah tanggung jawab pemerintah pusat.

Bupati Sikka juga mengaku telah berbicara dengan Kapolres Sikka untuk membantu melakukan negosiasi dengan pemilik lahan supaya membuka blokir jalan menuju bendungan. 

Proyek Bendungan Napun Gete senilai Rp900 miliar, salah satu dari sejumlah bendungan besar yang dibangun Presiden Joko Widodo di NTT. 

Proyek yang dikerjakan PT Nindya Karya dilaksanakan sejak tahun anggaran 2017 dan diharapkan sudah bisa beroperasi tahun depan.

Baca juga: Debit air Bendungan Tilong menyusut, 200 embung kering
Baca juga: Progres pembangunan Bendungan Temef baru mencapai 19,5 persen
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar