2.000 undangan sudah disebar, Polisi ini rela tunda pernikahan demi cegah COVID-19

id Polisi, Nikah batal,NTT, polda ntt, polres rote ndao

2.000 undangan sudah disebar, Polisi ini rela tunda pernikahan demi cegah COVID-19

Bhayangkara Pembina keamanan dan Ketertiban Masyarakat​​​​​​​ Polres Rote Ndao, Brigadir Polisi Marsel Henuk, dalam foto pranikah dengan calon istrinya di Rote. ANTARA/Ho-Marsel Henuk

Kurang lebih 2.000 surat undangan sudah disebar ke rekan, keluarga, kenalan-kenalan dia dan pasangannya
Kupang (ANTARA) - Seorang anggota Bhayangkara Pembina keamanan dan Ketertiban Masyarakat Polres Rote Ndao, Polda NTT, Brigadir Polisi Marsel Henuk, terpaksa menunda acara pemberkatan nikah dan resepsi pernikahannya pada Selasa (24/3) guna mencegah penyebaran COVID-19 di sana.

"Ya kecewa sich, tapi mau bagaimana lagi ini demi kesehatan banyak orang dan juga sudah ada imbauan dari pemerintah untuk tidak membuat acara yang mengumpulkan banyak orang," katanya, saat dihubungi Antara dari Kupang, Selasa (24/3).

Ia menyatakan, seharusnya pada Senin (23/3) adalah acara lamaran, dan pada Selasa pagi i(24/3) akan dilangsungkan acara pemberkatan nikahnya di gereja.

Kurang lebih 2.000 surat undangan sudah disebar ke rekan, keluarga, dan sahabat kenalan kami masing-masing.

"Acara resepsi sudah dijadwalkan nanti pukul 18.00 WITA, dan undangan sudah kami sebar, tapi kami sudah umumkan juga bahwa acara pernikahannya ditunda terlebih dahulu," ujar dia.

Ia menyatakan lagi, sebagai seorang bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat, dia harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dengan cara mengikuti arahan langsung dari pemerintah pusat, Maklumat Kepala Kepolisian Indonesia, dan Gubernur NTT, beberapa waktu lalu.

Keluarga kedua belah pihak, kata dia, juga sudah sepakat untuk menunda proses pernikahan mereka, apalagi pihak gereja juga sudah mengeluarkan surat untuk tak menerima pelayanan sampai keadaan benar-benar membaik.

"Untuk kapan jadwal pernikahannya, kami belum tahu, kami tunggu sampai keadaan sudah membaik dan sudah ada surat dari pihak gereja," ujar dia.

Kepala Bidang Humas Polda NTT, Komisaris Besar Polisi Johannes Bangun, yang dihubungi mengatakan, semua pimpinan di wilayah Polda NTT salut dengan keputusan yang diambil oleh Marsel Henuk.

"Pimpinan sangat mengapresiasi atas keputusan yang dilakukan oleh anggota bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban masyarakat itu karena sesuai dengan Maklumat Kepala Kepolisian Indonesia," ujar dia.

Baca juga: Polda NTT siap kirim tim dokter ke Sikka jika diperlukan