PLN operasikan jaringan listrik untuk tiga desa di NTT

id PLN

PLN operasikan jaringan listrik untuk tiga desa di NTT

PT PLN (Persero) tetap terus membangun program Listrik Masuk Desa (LMD) meski tantangan yang mereka hadapi tak semudah membalikkan telapak tangan (ANTARA/HO-Humas PLN)

"Walaupun dihadapkan pada tantangan seperti ini tetapi program listrik desa memang harus tetap jalan untuk mengejar ketertinggalan rasio elektrifikasi kita di NTT," kata Rendroyoko.
Kupang (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mengoperasikan jaringan listrik pada tiga desa yang menyebar di Kabupaten Kupang, Pulau Timor dan Kabupaten Manggarai Barat, di Pulau Flores.

General Manager PT PLN (UIW) NTT, Ignatius Rendroyoko, kepada wartawan di Kupang, Rabu (1/4), menjelaskan ketiga desa itu di antaranya Desa Passi dan Desa Neonbaun di Kabupaten Kupang dengan total 301 kepala keluarga dan Desa Golo Bere di Kabupaten Manggarai Barat.

Ia menjelaskan, listrik di Desa Passi dan Desa Neonbaun dipasok dengan sistem kelistrikan di PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Oesao melalui penyulang Camplong yang dipasok dari gardu induk Naiobonat dengan menggunakan jaringan menggunakan jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 9,023 kms (kilo meter sirkuit) dan jaringan tegangan rendah (JTR) 9,440 kms

Sedang, di Desa Golo Bore disuplai dari sistem kelistrikan ULP Ruteng dengan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Rangko melalui gardu induk Bahong dengan menggunakan JTM sepanjang 2,2 kms dan JTR 3,1 kms.

Baca juga: PLN di NTT diminta beri keringanan pembayaran listrik

Ignatius mengakui, pembangunan listrik desa tersebut memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi terutama sulitnya akses jalan menuju desa yang dilistriki, bahkan ada di antaranya yang sama sekali tidak bisa dilalui kendaraan.

Tantangan lain, lanjut dia, juga terkait dengan merebaknya serangan virus Corona (COVID-19) di berbagai daerah yang membuat para petugas di lapangan harus ekstra waspada.

"Walaupun dihadapkan pada tantangan seperti ini tetapi program listrik desa memang harus tetap jalan untuk mengejar ketertinggalan rasio elektrifikasi kita di NTT," katanya.

"Di sisi lain dengan hadirnya listrik tentu diharapkan bisa menambah kemampuan masyarakat di desa selain meningkatkan perekonomian, juga dalam hal mengantisipasi wabah COVID-19 yang saat ini merebak di mana-mana," katanya lagi.

Ignatius menambahkan, senyum dan kebahagiaan masyarakat yang mulai menikmati listrik juga menghadirkan semangat dan motivasi tersendiri bagi pihaknya untuk terus melistriki desa-desa di provinsi berbasiskan kepulauan itu hingga tuntas.

Walaupun dihadapkan pada tantangan seperti ini tetapi program listrik desa memang harus tetap jalan untuk mengejar ketertinggalan rasio elektrifikasi kita di NTT

Baca juga: Pasokan listrik untuk NTT aman di tengah merebaknya COVID-19