Sumba Timur tutup akses Pelabuhan Waingapu untuk kapal penumpang

id Pelabuhan Waingapu,dampak Corona,Cegah COVID-19,Kabupaten Sumba Timur

Sumba Timur tutup akses Pelabuhan Waingapu untuk kapal penumpang

Pelabuhan laut Waingapu di Kabupaten Sumba Timur, Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. (ANTARA/Aloysius Lewokeda)

Kapal barang tetap masuk tetapi perlakuan terhadap awak kapal semua juga diperiksa kesehatannya khususnya COVID-19
Kupang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menutup sementara akase Pelabuhan Waingapu untuk persinggahan kapal penumpang guna mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19) di daerah itu.

"Penumpang yang melalui jalur laut ke Sumba Timur kami sudah tolak semua untuk sementara waktu guna mencegah COVID-19 yang sudah mewabah di mana-mana,"  kata Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora, ketika dihubungi dari Kupang, Senin (30//3) terkait upaya pemerintahannya dalam mencegah penyebaran COVID-19.

Dia menjelaskan, akses pelabuhan ditutup untuk sementara bagi persinggahan kapal penumpang baik Pelni yang berlayar dari luar NTT seperti dari Surabaya, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, maupun kapal feri antarwilayah di NTT.

Baca juga: Sumba Timur gelontorkan Rp4 miliar untuk COVID-19

Gidion mengatakan, akses pelabuhan hanya diperuntukkan bagi kapal barang dari luar NTT yang mengangkut logistik untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat di daerah setempat.

"Kapal barang tetap masuk tetapi perlakuan terhadap awak kapal semua juga diperiksa kesehatannya khususnya COVID-19," katanya.

Ia menjelaskan, sementara terkait akses bandara untuk layanan penerbangan dari dan menuju Sumba Timur hingga saat ini masih berlangsung.

Pemerintahnya sementara menyiapkan lokasi untuk karantina bagi para penumpang pesawat selama 14 hari, katanya.

"Ini sudah kami rencanakan dan sementara persiapan. Prinisipnya upaya kesiapsiagaan tetap diprioritaskan demi keselamatan masyarakat kami di Sumba Timur," katanya.

Baca juga: Flores Timur tutup pelabuhan bagi persinggahan kapal Pelni
 
Pewarta :
Editor: Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar