31 desa di NTT salurkan BLT Dana Desa tahap ketiga

id NTT,BLT Dana Desa,Penyaluran BLT di NTT,bantuan dampak COVID-19

31 desa di NTT salurkan BLT Dana Desa tahap ketiga

Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa untuk penangan dampak pandemi COVID-19. (ANTARA FOTO)

Penyaluran BLT Dana Desa di NTT ini memang masih sangat lambat karena kita sekarang sudah memasuki bulan terkahir untuk fase pertama karena berbagai persoalan di lapangan
Kupang (ANTARA) - Koordinator P3MD Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kandidatus Angge, mengemukakan baru 31 desa di NTT yang menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa untuk penanganan dampak pandemi COVID-19 di provinsi setempat.

"BLT Dana Desa yang disalurkan baru 31 desa ini merupakan tahap terakhir untuk fase pertama penyaluran yakni April, Mei, Juni, senilai Rp600 ribu per keluarga penerima manfaat," katanya kepada Antara di Kupang, Jumat, (5/6).

Baca juga: Penyaluran BLT Dana Desa di NTT terhambat karena bank kekurangan uang tunai
Baca juga: 422 desa di NTT salurkan BLT Dana Desa tahap dua


Ia mengatakan, jumlah desa yang telah merealisasikan BLT Dana Desa tahap tiga ini masih sangat kecil dari total sebanyak 3.026 desa di NTT.

Angge menjelaskan, sementara per hari ini, Jumat (5/6), pihaknya mencatat sebanyak 1.507 desa telah menyalurkan BLT Dana Desa tahap satu, sedang tahap dua sebanyak 553 desa.

"Penyaluran BLT Dana Desa di NTT ini memang masih sangat lambat karena kita sekarang sudah memasuki bulan terkahir untuk fase pertama karena berbagai persoalan di lapangan," katanya.

Angge mengatakan, dari hasil identifikasi lapangan ditemukan dua faktor utama lambatnya penyaluran BLT Dana Desa yakni terkait persediaan uang tunai di bank yang kurang.

Kondisi ini membuat rata-rata penyaluran per hari tidak lebih dari 5-10 desa di setiap daerah, apalagi pada wilayah tertentu yang pencairan uang Dana Desa hanya ada di satu bank maka penyaluran lebih menjadi lebih lama, katanya.

Selain itu, lanjut dia, untuk daerah yang belum sama sekali menyalurkan BLT Dana Desa seperti Kabupaten Ngada, karena masih menunggu final Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikeluarkan Kementerian Sosial.

Angge berharap agar kendala kurangnya persediaan uang tunai di bank bisa disiasati para pemangku kepentingan terkait sehingga penyalurannya bisa menjangkau banyak desa setiap hari.

Selain itu, kata dia, daerah yang belum sama sekali menyalurkan bantuan tersebut diharapkan agar pemerintah daerah terus berkoordinasi secara intensif agar data-data segera dituntaskan.

Untuk diketahui, penyaluran BLT Dana Desa fase pertama, setiap penerima manfaat akan mendapatkan dana sebesar Rp600 ribu per bulan selama tiga bulan berturut-turut selama April, Mei, Juni.

Baca juga: Sebanyak lima kabupaten di NTT belum salurkan BLT Dana Desa

Selanjutnya, sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 50 Tahun 2020, nilai BLT Dana Desa yang disalurkan ke setiap penerima pada tahap kedua (Juli, Agustus, September) menurun menjadi Rp300 ribu per bulan.