Petani Kupang keluhkan saluran irigasi rusak

id ntt,kupang,pertanian,sawah

Petani Kupang keluhkan saluran irigasi rusak

Johanes Hole, salah seorang petani di Desa Noelbaki , Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur sedang menunjuk lahan persawahan yang gagal tanam pada musim 2020. (Antara/ Benny Jahang)

Kerusakan saluran irigasi Air Sagu untuk kawasan persawahan Noelbaki sudah berlangsung 2019. Kerusakan terjadi pada beberapa titik sehingga suplai air menuju kawasan persawahan sangat kecil
Kupang (ANTARA) - Petani di Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur mengeluhkan irigasi yang rusak mengakibatkan puluhan haktare lahan persawahan milik petani di daerah itu gagal tanam ada musim tanam 2020.

"Kerusakan saluran irigasi Air Sagu untuk kawasan persawahan Noelbaki sudah berlangsung 2019. Kerusakan terjadi pada beberapa titik sehingga suplai air menuju kawasan persawahan sangat kecil," kata Johanes Hole, salah seorang petani di Desa Noelbaki yang ditemui ANTARA di kawasan persawahan Noelbaki, Senin, (22/6).

Baca juga: Puluhan hektar sawah di Noelbaki gagal tanam

Ia mengatakan, banyaknya saluran air yang rusak sehingga debit air menuju kawasan persawahan Noelbaki bagian timur dari sumber air Sagu menjadi terbatas.

Menurut dia, pada 2019 Pemerintah Kabupaten Kupang telah melakukan pengerukan tanah di lokasi sumber air Sagu dengan menggunakan ecxavator.

Namun menurut dia, pengerukan dilakukan saat itu terlalu dalam sehingga aliran air menuju persawahan Noelbaki menjadi kecil, karena kawasan persawahan berada diatas ketinggian.

"Apabila pengerukan itu tidak terlalu dalam dan saluran irigasi diperbaiki maka debit air ke kawasan persawahan Noelbaki sangat besar dan mampu mengairi rpuluhan haktare sawah yang mengalami kekeringan di Noelbaki,"kata Johanes Hole.

Ia berharap, pemerintah Kabupaten Kupang maupun pemerintah pusat untuk dapat membantu petani di daerah ini untuk melakukan perbaikan terhadap saluran irigasi menuju kawasan persawahan Noelbaki yang menjadi penyanga kebutuhan beras bagi masyarakatan Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

Sementara itu Kamelus seorang petani di Desa Noelbaki mengatakan, kerusakan saluran irigasi Air Sagu menyebabkan distribusi air untuk mengairi areal persawahan Noelbaki menjadi terbatas.
Saluran irigasi Air Sagu di Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur sebagianya mengalami kerusakan sejak 2019, sehingga puluhan haktare sawah gagal tanam pada musim tanam 2020 akibat ketiadaan air. (Antara/ Benny Jahang)

"Pada musim tanam ini kami tidak bisa menanam padi karena kekurangan air untuk persawahan. Debit air dari sumber air Sagu sangat kecil sementara puluhan hakter sawah yang gagal tanam pada 2020 berada diatas ketinggi, sehingga tidak dapat dijangkau dengan air yang debitnya kecil,"tegas Kamelus.

Baca juga: Para petani terpaksa gunakan air tangki untuk mengairi sawah

Baca juga: 2.000 hektare lahan sawah di Oesao kekeringan


Ia berharap pemerintah dapat membantu petani di Noelbaki dengan memperbaiki saluran irigasi yang mengalami kerusakan sehingga puluhan haktare sawah milik petani dapat ditanami padi pada musim tanam mendatang. 
Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar