2.015 pelaku wisata di NTT dapat bantuan Program Balasa

id NTT,Disparekraf NTT,Program Balasa,Bantuan untuk pelaku wisata di NTT,Bantuan dampak COVID-19,Pariwisata NTT

2.015 pelaku wisata di NTT dapat bantuan Program Balasa

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Nusa Tenggara Timur Wayan Darmawa. ANTARA/Aloysius Lewokeda

Alokasi bantuan Program Balasa sebanyak 2.015 ini, lebih dominan untuk pelaku industri wisata wilayah Pulau Flores, terutama Kabupaten Manggarai Barat
Kupang (ANTARA) - Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat bantuan stimulus sosial berupa Program Bantuan Langsung Siap Saji (Balasa) dari pemerintah pusat untuk 2.015 pelaku wisata, kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT Wayan Darmawa.

"Alokasi bantuan Program Balasa sebanyak 2.015 ini lebih dominan untuk pelaku industri wisata wilayah Pulau Flores, terutama Kabupaten Manggarai Barat," katanya dalam keterangan yang diterima di Kupang, Selasa, (23/6).

Baca juga: Sektor pariwisata di NTT mulai bangkit

Dijelaskan, Program Balasa merupakan skema bantuan yang dihadirkan pemerintah pusat untuk penanganan dampak pandemi virus corona jenis baru (COVID-19) bagi para pelaku industri pariwisata.

Bantuan Balasa ini, kata Wayan Darmawa, merupakan stimulus sosial dari Kementerian Pariwisata yang di antaranya dialokasikan untuk mendukung penanganan sektor pariwisata di NTT.

"Jadi bantuan untuk pelaku industri pariwisata yang ada seperti ini. Kami juga sudah menyampaikan ke mitra-mitra industri pariwisata seperti PHRI, GenPi, Asidewi, dan lainnya terkait hal ini," katanya.

Baca juga: Wilayah destinasi wisata super prioritas di NTT bertambah

Lebih lanjut, mantan Kepala Bappeda NTT itu mengatakan, para pelaku industri pariwisata sebenarnya dianggap memiliki kapasitas ekonomi lebih baik walaupun terpapar lebih dari kondisi pandemi COVID-19 ini.

Ia mengatakan meski demikian, selain Program Balasa, pihaknya juga berupaya adanya stimulus ekonomi dari pusat berupa keringanan bagi pelaku industri pariwisata.

Menurut dia, stimulus ekonomi ini penting mengingat anggaran APBD provinsi tidak cukup untuk penanganan dampak COVID-19 terhadap para pelaku industri pariwisata.

Baca juga: Akibat COVID-19, Kunjungan wisatawan ke NTT masih di bawah 30 ribu orang

"Sehingga yang kita lakukan dari provinsi yakni memperkuat basis-basis yang bisa memberikan percepatan pemulihan pembangunan ekonomi yang diharapkan berdampak pada pelaku-pelaku industri pariwisata," katanya.