PLN NTT gandeng Undana tanam pohon untuk bahan baku EBT

id NTT,PLN NTT,Undana Kupang,Gubernur NTT,EBT

PLN NTT gandeng Undana tanam pohon untuk bahan baku EBT

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat, (keempat kiri) saat menanam pohon dalam kegiatan peringatan Hari Listrik Nasional ke-75 yang digelar PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT di Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Program penanaman pohon terserbut merupakan kerja sama PLN NTT dengan Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang untuk menanam sebanyak 2.000 bibit lamtoro dan kaliandra. (ANTARA/Aloysius Lewokeda)

Hasil batang dari pohon ini akan kita cacah dengan mesin yang ada untuk menghasilkan bahan baku EBT dari sampah kayu yang menjadi bahan bakar bagi pembangki listrik PLN yang ada di NTT

Kupang (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur menggandeng Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menanam sebanyak 2.000 bibit pohon guna menghasilkan bahan baku energi baru terbarukan (EBT) untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar pembangkit listrik di provinsi setempat.

Penanaman 2.000 bibit pohon itu dilakukan simbolis oleh Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat bersama Rektor Undana Kupang Prof. Ir. Fredrik L. Benu, General Manager PLN UIW NTT Agustinus Jatmiko, dan Wakil Bupati Kupang Jerry Manafe dalam kegiatan peringatan Hari Listrik Nasional ke-75 yang digelar di Pusat Instalasi Pertanian Undana, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Selasa, (27/10) petang.

General Manager PT PLN (Persero) UIW NTT, Agustinus Jatmiko, dalam sambutannya menjelaskan, 2.000 bibit pohon yang ditanam berupa tumbuhan lamtoro dan kaliandra.

Baca juga: PLN resmikan fasilitas pusat kontrol jaringan distribusi sistem Pulau Timor

“Hasil batang dari pohon ini akan kita cacah dengan mesin yang ada untuk menghasilkan bahan baku EBT dari sampah kayu yang menjadi bahan bakar bagi pembangki listrik PLN yang ada di NTT,” katanya.

Ia menjelaskan, pemanfaatan bahan bakar dari dari hasil olahan sampah pertanian dapat menggantikan pemanfaatan batu baru mencapai 5-10 persen.

Agustinus pihaknya telah berhasil melakukan uji coba pemanfaatan EBT dari sampah untuk mengurangi pemanfaatan batu bara pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Bolok, Kabupaten Kupang.

“Untuk itu kami bekerja sama dengan Undana untuk penanaman lamtoro dan kaliandra ini melalui program CSR PLN. Ini sebagai tahap awal karena PLTU bisa beroperasi hingga puluhan tahun,” katanya.

Ia mengatakan, kebutuhan bahan baku dari cacahan kayu kering mencapai sekitar 30 ton setiap hari sehingga ia berharap pohon-pohon yang ditanam ini bisa membantu pasokan yang dibutuhkan.

Sementara itu, Rektor Undana Kupang Prof. Ir. Fredrik L. Benu, mengatakan pihaknya memiliki lahan sekitar 4 hektare lebih yang dimanfaatkan untuk penanaman bibit pohon lamtoro dan kaliandra dalam program kerja sama ini.

“Hasilnya nantinya akan dipangkas dan diolah sebagai bahan bakar untuk pembangkit listrik PLN di NTT,” katanya.

Ia menambahkan, penamaman pohon ini merupakan program kerja sama untuk mengembangkan EBT sebagai bagian dari wujud komitmen pemerintah meningkatkan pemanfaatan potensi EBT.

Baca juga: PLN-Damkar Kupang gelar pelatihan tanggap darurat kebakaran

“Ini suatu terobosan untuk wilayah NTT dan Undana siap bekerja sama dengan PLN maupun semua pihak dalam pengembangan EBT,” katanya.

Adapun dalam kesempatan itu juga dilakukan demonstrasi pencacahan batang pohon pada mesin pencacah untuk menghasilkan serbuk kayu yang disaksikan langsung Gubernur NTT bersama berbagai pihak lainnya.

Pewarta :
Editor: Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar