Kabupaten Ende kembali jadi zona merah COVID-19

id covid,ntt,ende

Kabupaten Ende kembali jadi zona merah COVID-19

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Ende, Muna Fatma (ANTARA/Bernadus Tokan)

Selama kurang lebih satu bulan ini, tidak ada kasus baru di Kabupaten Ende, tetapi sesuai dengan hasil pemeriksaan spesimen pada Rabu (4/11), ditemukan adanya kasus baru, sehingga total kasus di daerah itu menjadi 111 kasus
Kupang (ANTARA) - Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali zona merah, setelah hasil pemeriksaan PCR W.Z. Johannes Kupang pada Rabu (4/11) menunjukkan bahwa salah satu warga setempat positif COVID-19.

"Pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 itu, seorang perempuan berusia 25 tahun, merupakan transmisi lokal," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Ende, Muna Fatma, dihubungi dari Kupang, Kamis, (5/11) terkait dengan perkembangan kasus COVID-19 di daerah itu.

Baca juga: Dinkes NTT ingatkan warga waspada COVID transmisi lokal

Kabupaten Ende salah satu di antara 22 kabupaten/kota di NTT yang menempati urutan kedua dengan jumlah kasus positif COVID-19 sebanyak 110 orang, tertinggi setelah Kota Kupang yang mencapai 188 kasus.

"Selama kurang lebih satu bulan ini, tidak ada kasus baru di Kabupaten Ende, tetapi sesuai dengan hasil pemeriksaan spesimen pada Rabu (4/11), ditemukan adanya kasus baru, sehingga total kasus di daerah itu menjadi 111 kasus," kata dia.

Secara terpisah, Kepala Sekretariat Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi NTT David Mandala mengatakan saat ini ada lima kabupaten yang berada di zona hujau, termasuk Sabu Raijua yang belum terpapar COVID-19.

Baca juga: Empat kabupaten di NTT sumbang 10 kasus baru COVID-19

Sebanyak empat daerah itu, Kabupaten Alor, Malaka, Lembata, dan Sabu Raijua.

Dia berharap, daerah yang sudah berada di zona hijau dapat meningkatkan pengawasan di lapangan dan memperketat pelaksanaan protokol kesehatan agar tidak lagi kembali ke zona merah.
Pewarta :
Editor: Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar