Pemilu 2019 Sudah Diperrsiapkan Sejak 2014

Pewarta : id KPU

Ketua KPU Arief Budiman saat memberikan kuliah umum di Kampus Univesitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Selasa (12/9). (Foto ANTARA/Bernadus Tokan)

Kupang (Antara NTT) - Ketua Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman mengatakan pelaksanaan Pemilu 2019 untuk memilih anggota DPR, DPD dan DPRD serta Presiden dan Wakil Presiden, sudah dipersiapkan sejak tahun 2014.

"Untuk persiapan pelaksanaan pemilu 2019, KPU sudah melakukan persiapan sejak tahun 2014 yakni dimulai dengan persiapan personil, dimana KPU memberi kesempatan kepada pegawai KPU untuk mengikuti kuliah S2 tentang tata kelola pemilu," kata Arief Budiman di Kupang, Selasa, terkait persiapan menghadapi pemilu 2019.

Dia mengemukakan hal itu, pada kuliah umum dengan thema "Roadmap Persiapan KPU Menuju Pesta Demokrasi 2018/2019" di aula pascasarjana Universitas Negeri Nusa Cendana (Undana) Kupang.

Menurut dia, dalam pelaksanaan pemilu, ada tiga tahapan krusial yang harus disiapkan yakni regulasi, personil dan anggaran.

Untuk regulasi, kata dia, baru ditetapkan oleh DPR pada Agustus 2017, padahal berdasarkan UU Pemilu yang baru, pelaksanaan pemilu seharusnya sudah dimulai pada 17 Agustus 2017.

"Idealnya regulasi ditetapkan dua tahun sebelum pelaksanaan pemilu sehingga KPU bisa mempersiapkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU)," katanya.

Menurut dia, paling tidak, KPU harus mempersiapkan 16 Peraturan Komisi Pemilihan Umum untuk mendukung pelaksanaan pemilu 2018/2019.

Tahapan penting kedua adalah personil dan ketiga adalah anggaran untuk membiayai pelaksanaan pemilu.

Dalam kaitan dengan anggaran ini, kata dia, KPU mengusulkan anggaran sebesar Rp15 triliun pada tahun anggaran 2018, tetapi dipangkas oleh Kementerian Keuangan menjadi Rp10,8 triliun.

"Anggaran ini belum termasuk untuk kegiatan pemilu pada 2019, sehingga kemungkinan baru dialokasikan pada tahun anggaran 2019," katanya.

Ketua KPU Arief Budiman berada di Kupang, NTT dalam rangka Rapimnas KPU se-Indonesia yang akan berlangsung dari 12-15 September 2017.
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar